Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Agen Elpiji 3 Kg Nakal di Kabupaten Grobogan Dibongkar



Reporter:    /  @ 01:30:59  /  11 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah membongkar praktik nakal agen penjual elpiji 3 kg, di Kabupaten Grobogan. Agen tersebut kedapatan mengurangi volume produk bersubsidi tersebut, sebelum dijual kepada konsumen.

Dalam kasus itu, polisi juga mengamankan agen penjual elpiji berinisial DO (36). Tersangka merupakan warga Tanggungharjo, Grobogan. Modusnya, agen tersebut memindahkan gas yang berada di tabung 3 kg ke tabung lain, untuk dijual kembali.

Biasanya isi elpiji bersubsidi itu dipindahkan ke tabung 12 kg, yang harganya jauh lebih mahal. Cara memindahkan gas tersebut dengan cara ”disuntik” menggunakan pipa besi.

”Caranya dengan memindahkan sekitar setengah kilogram gas dari tabung ukuran 3 kilogram ke tabung lainnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo, dikutip Antara, Jumat (10/10).

Saat memindahkan isi tabung, lanjut dia, pelaku menggunakan es untuk memudahkan proses pengisian ke tabung yang kosong. ”Tabung yang kosong ditempel es di sekelilingnya. Sehingga memudahkan proses untuk menarik gas yang disuntikkan,” ujarnya.

Pelaku yang merupakan agen resmi PT Pertamina itu, memperoleh kiriman elpiji ukuran 3 kilogram sebanyak dua hingga tiga loading order (LO) per hari. Satu LO jumlahnya mencapai 560 tabung.

”Dari jumlah tersebut, pelaku menyisihkan sekitar 100 tabung per hari untuk dikurangi isinya,” terangnya.

Tersangka dalam aksinya, dibantu oleh tiga karyawan. Yang bersangkutan telah menjadi agen penyalur LPG dari PT Pertamina sejak empat tahun lalu. ”Praktik memindah isi elpiji ini dilakukan selama enam bulan terakhir,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, kata dia, praktik tersebut dilakukan mengingat keuntungan yang lebih besar dari tabung ukuran 3 kilogram tersebut.

Tersangka selanjutnya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, serta UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →