Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Sidang Kasus Sarpras Dimulai 15 Oktober



Reporter:    /  @ 02:48:13  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Proses persidangan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) pengadaan sarana dan prasarana pendidikan tahun 2004 yang melibatkan mantan Bupati Kudus HM Tamzil, bakal segera memasuki masa sidang. Tepatnya akan dimulai pada pekan depan.

Kepastian akan digelarnya sidang kasus tersebut, berdasarkan surat yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Isinya memberitahukan bahwa sidang atas kasus tersebut akan segera dimulai.

”Ya, memang kami baru hari ini (kemarin, red) menerima surat pemberitahuan ini dari Pengadilan Tipikor Semarang. Isinya mengenai soal penahanan tersangka dan kapan digelar persidangan atas kasus tersebut,” tutur Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Amran Lakoni, kemarin (9/10).

Dalam penjelasannya di surat tersebut, dikatakan bahwa yang akan menjalani sidang pertama dalam kasus ini adalah Direktur CV Gani & Son Abdul Gani Aup. Sidang akan dilaksanakan pada Rabu (15/10) mendatang. 

Untuk majelis hakimnya sendiri, sudah ditentukan ketuanya. Yaitu Antonius Widijantono. Sedangkan hakim anggotanya adalah Hastopo dan Robert Pasaribu. Majelis hakim juga memerintahkan penuntut umum dari Kejari Kudus, untuk menghadirkan terdakwa beserta saksi-saksi serta barang bukti yang terkait kasus tersebut.

Dalam suratnya juga disebutkan bahwa perkara tersebut dilimpahkan oleh Kejari Kudus ke Pengadilan Tipikor pada tanggal 6 Oktober 2014 lalu. Majelis hakim juga memerintahkan jika Abdulgani Aup harus tetap menjalani proses penahanan selama 30 hari ke depan. Yakni terhitung mulai tanggal 6 Oktober hingga 4 November 2014 mendatang. Dia diputuskan ditahan di Rutan Kelas I Kedungpane, Semarang.

Abdulgani Aup sendiri, didakwa dengan dakwaan primer telah melakukan tindak pidana melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dia juga dijerat dengan dakwaan subsidair pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. 

Dikatakan Amran, pihaknya sudah siap menghadapi proses persidangan yang akan digelar di Semarang tersebut. Nantinya, penuntut umum dari Kejari Kudus, akan dibantu oleh penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng).

”Tentu saja kami sudah siap menghadapi sidang tersebut. Sudah kami siapkan semuanya. Termasuk penyidik dan semua bahannya. Semua sudah siap,” terangnya kemudian.

Disinggung mengenai apakah akan ada pelaku atau tersangka baru dalam kasus ini, Amran mengatakan jika semuanya harus dilihat dari fakta-fakta yang ada di persidangan. Termasuk juga apa yang disampaikan oleh para terdakwa nanti di persidangan.

”Ya, kita lihat saja nanti. Apakah kemudian ada fakta-fakta baru yang akan muncul di persidangan. Dari sana kan, bisa dikembangkan. Apakah kemudian ada pelaku lain yang terlibat kasus ini atau tidak. Semua masih menunggu proses persidangan yang ada,” imbuhnya. (Faisol Hadi / Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →