Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Upah Minimum Kabupaten UMK 2015 Harus Diperbaiki



Reporter:    /  @ 02:39:27  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menegaskan bagaimana pentingnya perbaikan upah buruh atau upah minimum kabupaten (UMK) di tahun 2015 mendatang. Dengan upah layak yang diterima, akan meningkatkan daya beli buruh.

Koordinator KSBSI Kudus Slamet ”Mamik” Machmudi mengatakan, jika upah diperbaiki, maka juga secara otomatis akan menggerakkan sektor riil yang ada di Kudus. ”Dan pemkab memiliki andil penting dalam menentukan upah buruh,” ujarnya, kemarin (9/10).

Mamik mengatakan, usulan nominal upah UMK oleh bupati Kudus kepada gubernur Jateng, harus mendasarkan pada realitas iklim perburuhan yang ada. Hingga kini, besaran UMK, masih dianggap penting oleh para buruh. ”Semata-mata dikarenakan penerapan skala dan struktur upah di Kabupaten Kudus, belum dianggap penting oleh para pengusaha,” tuturnya.

Dikatakan Mamik, realitas perburuhan di Kudus menunjukkan, terdapat banyak buruh yang memiliki masa kerja puluhan tahun, namun masih menikmati upah tidak lebih dari UMK. Jaminan sosial yang tidak memadahi serta ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, adalah situasi keseharian yang dihadapi buruh selama ini. 

”Oleh karenanya, upah minimum kabupaten yang naik tiap tahun mengikuti kenaikan harga kebutuhan pokok, menjadi satu-satunya harapan para buruh. Sehingga tahun depan, upah harus lebih baik lagi,” tegasnya.

Ketidaksepakatan Bipartit antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dalam penentuan UMK 2015, menjadikan posisi bupati sebagai penentu nominal UMK. Sekaligus mengusulkan kepada gubernur Jateng. 

Untuk itu, Mamik mengharapkan besaran UMK 2015 yang ditentukan bupati nantinya, bukanlah nilai kompromis. Namun mendasarkan pada kelayakan upah. ”Sebab, hasil survei KHL (Kebutuhan Hidup Layak) selama ini tidak mendasarkan pada barang kebutuhan riil, yang dipergunakan buruh selama ini,” katanya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →