Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

KMP Ancam Bikin Gaduh DPRD Jepara



Reporter:    /  @ 02:32:00  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Karena tidak mendapatkan posisi strategis di alat kelengkapan DPRD Jepara, Koalisi Merah Putih (KMP) akhirnya meradang. Bahkan, mereka mengancam akan melakukan kegaduhan di gedung DPRD Jepara itu. Mereka juga sepakat untuk terus melakukan manuver politik, agar bisa mendapatkan posisi strategis di DPRD setempat.

Guna ”memuluskan” aksinya membuat kegaduhan, anggota KMP di DPRD Jepara menggelar rapat internal, dan menunjuk Ketua Fraksi Golkar Jafar Faendoni, sebagai ketua KMP. Hal itu ditegaskan Jafar Faendhoni, yang mengaku kecewa dengan teman-temannya di parlemen. Terlebih lagi, kekecewaan itu ditujukan terhadap Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP). Karena, jauh hari sebelum digelar sidang paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan, FPP sepakat sejalan dengan tujuan KMP.

”Kami (KMP) sudah sepakat terus berjalan, sama dengan kesepakatan KMP di tingkat nasional. Setidaknya, kami sudah enam kali melakukan pertemuan membahas hal ini,” kata Jafar, kemarin.

Menurut jafar, kekecewaan terhadap FPP sangat beralasan. Karena, FPP dianggap telah berkhianat dengan KMP. 

”Ketua DPC PPP tidak lain adalah Ahmad Marzuki, yang saat ini menjabat bupati Jepara. Ternyata mengkhianati kami. Bahkan, malam sebelum sidang paripurna, FPP masih meminta kami berkomintmen,” jelasnya dengan nada penyesalan terhadap sikap FPP.

Oleh karena tidak mendapat porsi strategis di DPRD Jepara, lanjut Jafar, KMP akan terus memperjuangkan tujuan mereka. Yakni, KMP terus melakukan opsi-opsi penawaran, agar bisa diberi jatah. 

”Masih mungkin dikocok ulang, kalau semua anggota DPRD setuju. Jika tidak, maka kami akan membuat kegaduhan di DPRD Jepara. Kami siap berhadapan dengan Koalisi Indonesia Hebat di Jepara. Paling awal adalah agenda penetapan APBD-P 2014 dan APBD 2015,” ancam Jafar.

Sementara itu, Ketua DPRD Jepara Dian Kristiandi tidak mempersoalkan manuver politik yang dilakukan KMP. Sebab, sikap tersebut adalah hak politik mereka. 

”Mau bersikap seperti apa, itu terserah mereka. Yang terpenting, langkah mereka akan mendapat sorotan dari masyarakat Jepara,” jelas politisi PDIP itu.

Namun, lanjut Dian, apabila KMP terus mengincar jabatan di alat kelengkapan dewan, maka harus bersabar menanti 2,5 tahun lagi. Karena, sesuai aturan, masa tugas pimpinan alat kelengkapan DPRD adalah 2,5 tahun. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →