Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

PKL Hutan Kota Pati Rubuhkan Warung



Reporter:    /  @ 02:23:25  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

Sebagian besar warung PKL yang berada di areal parkir Hutan Kota di belakang SPBU Plangitan, sudah dirobohkan. Satpol PP akan menggusur paksa, jika masih ada PKL yang nekat berjualan. (KOMA / Ali Muntoha)

PATI – Jumat (10/10) hari ini, merupakan batas akhir toleransi yang diberikan Pemkab Pati, bagi delapan PKL yang mendirikan warung di areal parkir Taman Kota, (belakang SPBU Plangitan). Hingga Kamis (9/10) kemarin, sejumlah pedagang sudah merobohkan sendiri warung-warungnya.

Pantauan Koran Muria kemarin, dari delapan PKL yang dianggap menyalahi aturan, masih ada satu warung yang belum dirobohkan. Sementara lainnya, sudah merobohkan warungnya yang didirikan semi permanen.

Sebelumnya Satpol PP Pati mengancam akan merobohkan paksa warung-warung tersebut, jika sampai 10 Oktober 2014 masih ada pedagang yang masih nekat berjualan di tempat tersebut. Tindakan tegas ini dilakukan, lantaran sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pemkab dengan para pedagang.

Kesepakatan itu berisi pedagang bersedia pindah dari lokasi parkir, dan diberi waktu hingga 10 Oktober untuk mengemasi barang dan merubuhkan warungnya. Mereka digusur dari tempat itu lantaran lokasi tersebut keperuntukkannya bukan untuk PKL, melainkan untuk areal parkir pengunjung Hutan Kota.

Sutinah, salah satu PKL di areal parkir Hutan Kota menyatakan, dirinya langsung mengemasi barang, setelah batas waktu toleransi semakin dekat. Ia menyatakan, rela membongkar warungnya secara mandiri, lantaran sadar bahwa lokasi tersebut merupakan areal larangan untuk PKL.

Ia juga mengakui, sebagian besar PKL di lokasi itu menunggu batas akhir toleransi sebelum memindahkan warungnya.

”Memang masih ada yang berjualan, mereka menunggu batas akhir, untuk berjualan. Tapi saya sudah membongkar dulu. Selain itu juga untuk memberi tahu para pelanggan kami, bahwa warung saya pindah di rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pati Suhud sebelumnya menyatakan, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan terakhir kepada para PKL tersebut. Surat tersebut berisi imbauan untuk segera membongkar warung mereka, sebelum batas toleransi habis.

Suhud mengancam akan bertindak tegas, jika peringatan tersebut tak diindahkan para pedagang.

”Apapun alasan mereka, tetap tidak dapat kami toleransi jika sampai tanggal 10 Oktober masih ada kegiatan. Kami akan meminjam alat berat dari DPU untuk merobohkan warungnya,” tukasnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →