Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Di Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Pati Elpiji Melon Sulit Dicari



Reporter:    /  @ 02:17:01  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

Pekerja menata tabung elpiji kosong di agen, untuk dibawa ke SPBE guna diisi ulang. Sejumlah warga di beberapa kecamatan mengeluhkan langkanya elpiji di pasaran. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pati mengeluhkan langkanya elpiji tabung melon (3 kg), di sejumlah pengecer. Kelangkaan barang bersubsidi itu, setidaknya terjadi di beberapa daerah di Kecamatan Gembong, Telogowungu, maupaun Kecamatan Kota.

Warga mengaku sudah hampir sepekan terakhir, kesulitan mencari elpiji 3 kg. Bahkan Nilai Aululiya, warga Gembong, mengaku sudah mencari ke pengecer di desa-desa tetangga, untuk mendapatkan elpiji. Namun meski demikian, ia mengaku tak juga mendapatkan gas yang diinginkan.

”Sudah sepekan ini sulit sekali mencari elpiji 3 kg. Giliaran ada ya yang ukuran 12 kg. Karena sulit mencari akhirnya terpaksa membeli yang 12 kg. Untung saya masih punya tabungnya,” katanya kepada Koran Muria, kemarin.

Bahkan sejumlah warga Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu terpaksa harus kembali menggunakan kayu bakar. Karena mereka sudah tidak kesulitan mencari elpiji 3 kg, sementara kebutuhan untuk memasak tidak bisa ditunda.

”Ya mau bagaimana lagi, di gas (elpiji 3kg) kosong terus. Ya pakai kayu untuk masak. Kalau tidak masak, keluarga ya tidak bisa makan,” terang Jumini, warga desa tersebut.

Padahal sebelumnya Kasubag Industri, Perdagangan, Koperasi dan UMKM pada Bagian Perekonomian Setda Pati Soewardi menyatakan, tiap agen di Pati mendapatkan tambahan stok sebanyak satu LO (560 tabung) setiap pekan. Penambahan tersebut diberikan pada dua pekan pertama bulan Oktober.

”Selama dua pekan pertama tanggal 1-14 Oktober mendatang, kami pastikan kebutuhan elpiji melon di Pati aman. Karena ada tambahan dua LO untuk dua pekan tersebut. Ini untuk mengantisipasi kelangkaan,” ujarnya.

Ia menyatakan, jumlah agen di Pati ada delapan agen. Setiap pekan mereka mednapatkan kiriman 560 tabung elpiji 3 kg. Jumlah itu belum termasuk kuota normal yang diberikan pertamina setiap pekannya.

Meski demikian menurut dia, penambahan kuota itu hanya berlaku selama dua pekan saja. Karena penambahan itu bersifat sementara, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Karena pada saat itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, serta banyak warga yang menggelar hajatan, ataupun sedekah bumi. ”Penambahan kuota memang tidak dilakukan untuk seterusnya. Karena sifatnya hanya untuk mengantisipasi momen tertentu,” tukasnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →