Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Terpidana Kasus PPID Laporkan Penasihat Hukumnya



Reporter:    /  @ 02:05:12  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

REMBANG – Mantan kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM) Rembang, Agus Supriyanto melaporkan bekas penasehat hukumnya, Darmawan Budiharto ke Persatuan Advokat Indonesia (Peradi). Hal itu dilakukan karena terpidana kasus korupsi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) 2011 itu, merasa dirugikan oleh ketidakhadiran Darmawan di beberapa kali persidangan yang dianggapnya penting.

Pada dua lembar siaran pers bermaterai dan ditandatangani oleh Agus Supriyanto yang diterima Koran Muria, Kamis (9/10), Darmawan disebut hanya hadir lima kali dari 13 kali proses persidangan. Bahkan Darmawan tidak membuat nota pembelaan bagi dirinya. Padahal tugas tersebut seharusnya dilakukan oleh seorang penasehat hukum.

”Saat dibacakan putusan, Darmawan Budiharto juga tidak hadir di persidangan. Hal itu sangatlah keterlaluan dan mempermainkan saya selaku kliennya dan tidak mempunyai etika sebagai advokat,” ujar Agus Supriyanto.

Menurut terpidana dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan dalam kasus korupsi dana PPID itu, tindakan mantan kuasa hukumnya dirasakan berbeda sejak yang bersangkutan bertemu dengan Bupati Rembang non-aktif, Moch Salim di Pengadilan Tipikor pada 12 Juni 2014 lalu. 

Agus berharap, Peradi segera mengambil langkah-langkah serta penindakan terhadap anggotanya, yang diduga telah melakukan pelanggaran kode etik dengan tujuan untuk tetap menjaga kehormatan advokat.

”Ketentuan Kode Etik Advokat Indonesia, pasal 2 yang intinya advokat harus bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan, dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi. Juga pasal 4 advokat tidak dibenarkan melepaskan tugas yang dibebankan kepadanya pada saat yang tidak menguntungkan posisi klien,” terang Agus Supriyanto.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Darmawan Budiharto mengaku tidak kaget atas aduan Agus Supriyanto ke Peradi. Sebab dia sudah mengetahui aduan ini cukup lama, namun sampai Kamis (8/10), belum ada panggilan terhadapnya untuk diklarifikasi Peradi. 

Terkait kehadirannya hanya 5 kali dari 13 kali proses persidangan, Darmawan menyatakan jika ketidakhadirannya itu lantaran faktor di luar kemampuan. Sebab pengacara Agus tak hanya dirinya. Apalagi ketidakhadirannya tak sampai mengakibatkan gagal digelarnya agenda persidangan.

”Aduan ini sangat berlebihan, kalau boleh saya bilang ndeso. Aduan ke Peradi tidak dikonfirmasi ke saya. Semua klien pasti minta diutamakan dan otomatis akhirnya bagi-bagi tugas. Pengacaranya bukan saya saja. Ada yang namanya Pratomo dan Indra Wiryawan. Kecuali dengan tidak hadirnya saya, sidang tidak dilaksanakan. Namun sidang tetap jalan,” papar Darmawan.

Ia menambahkan, semestinya mantan kliennya itu harus bersyukur atas putusan yang dijatuhkan oleh Hakim. Terkait dirinya yang sempat bertemu dengan Bupati Rembang non-aktif Moch Salim, Darmawan menegaskan, bahwa itu bohong belaka. Ia hanya sebatas bersalaman dengan Salim.

”Itu pun karena waktu sidang bareng dengan persidangannya Abdul Muttaqin. Tidak ada deal khusus. Saya tidak menerima apa-apa dari Salim,” tandas Darmawan Budiharto. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →