Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Proyek Jargas Terkendala Perizinan



Reporter:    /  @ 01:56:44  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Warga Kabupaten Blora belum bisa merasakan manfaat, dari jaringan gas melalui program city gas dalam waktu dekat. Sebab, proyek tersebut masih terkendala dengan perizinan.

Proyek jaringan gas ke rumah-rumah penduduk yang didanai pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, terkendala perizinan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kepala Bidang Pertambangan dan Migas Dinas ESDM Blora Teguh Wiyono mengatakan izin dari PT KAI itu, diperlukan untuk pemasangan pipa mengalirkan gas. Sebab, lahan yang akan digunakan masuk dalam tanah milik PT KAI.

”Pemasangan jaringan pipa gas itu, harus melalui rel kereta api. Jadi, masih ada kendala dalam pemasangannya,” kata Teguh Wiyono, Rabu (9/10).

Teguh menambahkan, pemkab yang diwakili Dinas ESDM bersama Tim Transparansi berangkat ke Jakarta, untuk mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan proyek jaringan gas tersebut. Selain itu, Tim Transparansi juga mendesak pembagian dana bagi hasil (DBH) migas bagi Blora dilakukan secara adil. 

”Sampai saat ini, Blora belum menerima sepeser pun DBH migas dari Blok Cepu. Kita datangi Kementerian ESDM dan instansi lain, yang terkait dengan BDH migas ini,” jelas Teguh.

Terkait dengan proyek jaringan gas, lanjut Teguh, di Kementerian ESDM, dirinya dan rombongan mendatangi Dirjen Migas dan diterima Agustin Darmawan. Dari keterangan Agustin tersebut, dipastikan proyek jaringan gas bagi Blora akan dilanjutkan. Hanya saja, saat ini masin terkendala perizinan. 

”Untuk memasang jaringan pipa gas yang melewati rel kereta api, harus ada izin dan koordinasi dengan pihak PT KAI. Selain izin, ada hal-hal yang juga harus dilalui, misalnya soal pengelola gas oleh siapa. Sebab, sampai sekarang belum jelas pengelolanya,” terang Teguh.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, butuh perjanjian jual beli gas antara perusahaan yang memroduksi gas, yaitu PT Pertamina Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) dengan pengelola gas nantinya. Perjanjian itu menyebutkan soal harga dan kesepakatan-kesepakatan lainnya. Jika semua sudah dilalui, persoalan teknis yang harus dilihat adalah apakah jaringannya sudah siap atau tidak. 

”Meski masih ada kendala, namun Kementerian ESDM memastikan kalau proyek ini jalan terus. Hanya saja, memang harus disiapkan semuanya,” tegasnya. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →