Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

PAD Jateng Merosot



Reporter:    /  @ 01:39:46  /  10 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Penutupan sejumlah jembatan timbang yang ada di Jateng berdampak pada menurunnya pendapatan asli daerah (PAD) Prrovinsi Jateng. Selain itu, penutupan jembatan timbang juga menyebabkan pengawasan terhadap kelebihan tonase menjadi tak efektif.

”Berkurangnya potensi PAD dari jembatan timbang tidak ada masalah. Karena penutupan itu, merupakan perintah dari Gubernur Jateng guna untuk pembenahan sistem yang lebih baik,” kata Kabid Retribusi dan Penerimanaan Lain-Lain DPPAD Jateng Dyah Poespitasari, dikutip Antara.

Ia mengungkapkan, bahwa potensi pendapatan dari denda di jembatan timbang cukup tinggi. Karena pada periode Januari-Mei 2014 bisa mendapatkan Rp 13,1 miliar.

Kendati demikian, Dyah enggan membeberkan jumlah potensi tiap bulan, yang menjadi PAD Pemprov Jateng dari sektor denda pada jembatan timbang.

”Yang pasti, pascapenutupan jembatan timbang, kami tidak menargetkan perolehan dari sektor tersebut. Bahkan pada 2015 tidak ditargetkan sama sekali. Namun kalau masih ada pendapatan dari sektor itu akan tetap dimasukkan PAD,” ujarnya.

Di Jateng terdapat 16 unit jembatan timbang. Dari jumlah itu hanya beberapa yang diaktifikan, karena sisanya ditutup.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng Hadi Santoso mendesak Gubernur Jateng segera mengaktifkan kembali jembatan timbang yang ditutup. Karena jembatan timbang diperlukan untuk melakukan penindakan, pada angkutan yang kelebihan muatan.

”Adanya penerapan larangan melintas bagi angkutan barang yang melebihi tonase, dapat dijadikan momentum untuk membuka dan mengoperasionalkan kembali seluruh jembatan timbang di Jateng,” katanya.

Ia menjelaskan, jembatan timbang merupakan instrumen penindakan pembatasan kelebihan muatan. Sehingga sangat diperlukan, untuk keamanan seluruh pengguna jalan dan perawatan infrastruktur transportasi.

”Jembatan timbang juga untuk menjaga atau mengurangi tingkat tekanan terhadap jalan raya dari berbagai kendaraan angkutan yang melintas,” tukasnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →