Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Pesan Pribadi Bupati untuk Kajari Kudus



Reporter:    /  @ 02:48:27  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Kasus yang menimpa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, ternyata juga menjadi perhatian dari Bupati Kudus H Musthofa. Bahkan, secara khusus, bupati menitipkan pesan pribadi kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Amran Lakoni soal kasus ini.

Pesan yang disampaikan tersebut, adalah agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus tidak melanjutkan kasus ini. Atau dihentikan saja. Apalagi kemudian, kasus ini begitu mendapat perhatian cukup besar dari berbagai media yang ada di Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Apa yang disampaikan bupati Kudus tersebut, disampaikan Amran kepada wartawan Koran Muria yang menghubunginya kemarin, untuk menanyakan perkembangan kasus yang terjadi di BPBD tersebut. Ini sekaligus membenarkan informasi yang menyebutkan, jika kemarin Kajari Amran secara khusus dipanggil ke Pendapa Kabupaten Kudus untuk bertemu bupati.

”Iya, saya memang mendapat pesan khusus dari bupati soal ini. Beliau mengatakan bahwa persoalan itu (kasus BPBD, red), tidak usah dilanjutkan. Termasuk juga mengenai blow up media yang memang cukup besar atas kasus ini. Hanya itu saja yang disampaikan,” terangnya.

Amran mengatakan jika pihaknya menghargai apa yang disampaikan bupati Kudus tersebut. Hanya saja, pihaknya berterus terang kepada bupati, bahwa tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. Sebab bagi dirinya, apa yang dilakukan oleh Kejari, hanyalah bagian dari upaya penegakan hukum.

Dia mengatakan, sebagai penegak hukum, pihaknya harus tetap melaksanakan tugasnya. Dan kepada siapapun yang kemudian berbuat melawan hukum, jelas akan ditindak. Bahkan Amran menegaskan jika dirinya tidak memandang siapa saja, jika urusannya adalah penegakan hukum. ”Saya tidak pandang bulu. Siapa saja yang kemudian diindikasikan melawan hukum, maka akan kami tindak. Siapa pun itu,” tegasnya.

Jangankan mereka yang terlibat kasus di BPBD, menurut Amran, siapa saja yang kemudian terlibat kasus yang bertentangan dengan hukum, maka akan ditindak. ”Saya tidak peduli siapa orangnya. Mau pegawai, mau pejabat, mau bupati sekalipun. Kalau kemudian melakukan kesalahan melawan hukum, ya kita tindak,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Kejari Kudus akhirnya menahan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan logistik bencana tahun 2012 lalu. Ketiganya adalah mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Sudiarso, mantan Ketua Panitia Pengadaan Barang Sugiyanto, dan Bendahara (non-APBD) BPBD Kudus Nur Kasiyan. Ketiganya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kudus, selama dua puluh hari ke depan.

Kejari juga sudah menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Ketua Pengawas Pengadaan Barang Rudhi Maryanto dan rekanan pemenang proyek tersebut bernama Muslimin. Hanya saja, keduanya belum ditahan hingga kemarin.

Mengenai upaya penangguhan penahanan yang ingin dilakukan salah seorang tersangka, menurut Amran, hingga kemarin (8/10) belum ada surat permohonan untuk hal itu. ”Sampai sekarang (kemarin, red) belum ada yang mengajukan penangguhan. Saya juga belum menerima suratnya atau mendapatkan kabar itu. Namun, semoga saja tidak ada yang mengajukan penangguhan, ya. Supaya tidak menambah masalah dan semakin ribet,” tuturnya.

Sebagaimana disampaikan penasihat hukum tersangka Sugiyanto, Moh Khumaidi, yang mengatakan jika pihaknya akan segera mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan atas diri kliennya tersebut. ”Kami akan menempuh prosedur untuk bisa melakukan hal itu. Sehingga klien kami bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan penangguhan penahanan,” katanya pada Selasa (7/10).

Namun, pada Selasa tersebut, ternyata Khumaidi belum mendapatkan surat kuasa dari Sugiyanto untuk ditunjuk sebagai penasihat hukum. Karena itu, pihaknya akan segera melengkapi proses atau syarat tersebut, sehingga nantinya bisa mendampingi kliennya. ”Kami akan segera melengkapinya,” imbuhnya. (Faisol Hadi / Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →