Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

HET Elpiji 3 Kg di Kabupaten Kudus Tak Kunjung Ditetapkan



Reporter:    /  @ 02:39:33  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram hingga saat ini tidak kunjung ditetapkan. Padahal kondisi saat ini di tingkat pengecer, harga elpiji tabung melon tak bisa dikontrol.

”Sampai sekarang tidak ada batasan HET-nya, padahal kami mengetahui harga yang berada di tingkat pengecer bisa mencapai Rp 20 ribu. Untuk mengatur harga, harus menunggu sampai disahkannya HET di tingkat pengecer,” kata Kabid Perdagan dalam Negeri pada dinas Dagsar Kudus Sofyan Dhuhri kepada Koran Muria, kemarin.

Menurutnya, HET yang berlaku saat ini hanya sampai ke tingkat pangkalan saja. Dengan keputudan Gubernur Jateng pada 2014 ini, harga tertinggi tingkat pangkalan hanya Rp 14 ribu. Selain itu ada penambahan biaya transportasi Rp 1.000 setiap tabung.

Dia mengatakan, harga elpiji 3 kilogram harusnya maksimal Rp 16 ribu. Namun patokan tersebut hanya berhenti sampai tingkat pangkalan. Sedangkan untuk tingkat pengecer masih dalam proses pembahasan.

”Selama ini kan banyak yang mengeluhkan elpiji langka. Kemudian harganya juga tidak sama, ada yang Rp 18 ribu bahkan Rp 20 ribu. Namun dengan hal tersbeut kami tidak dapat berbuat lebih, karena memang aturannya tidak ada,” ujarnya.

Menurut Sofyan, sebenarnya upaya pemkab untuk membuat HET tingkat pengecer sudah dilakukan jauh hari ketika penetapan HET tingkat pangkalan dilakukan. Namun hingga kini penetapan HET belum juga dilakukan.

Dia menambahkan, penetapan HET elpiji 3 kilogram ditargetkan rampung secepatnya. Dia berharap akan selesai sebelum akhir tahun. Supaya pada tahun depan akan bisa difokuskan penataan pangkalan.

”Target kami pada 2015 mendatang akan dilakukan penantaan pangkalan yang ada. Ini memang progam lama yang hingga kini belum dilakukan,” jelasnya.

Menurut dia, seharusnya minimal setiap desa ada satu pangkalan. Namun kenyataanya, hingga kini masih ada daerah yang tidak mempunyai pangkalan. Seperti halnya di Kecamatan Undaan, tak semua desa memiliki pangkalan.  (Faisol Hadi / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →