Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Nelayan di Desa Banyutowo Mulai Paceklik Akibat Cuaca di Laut yang Cepat Berubah



Reporter:    /  @ 02:29:29  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

Sejumlah perahu milik nelayan diparkirkan di Pelabuhan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti. Nelayan tak berani melaut karena cuaca di laut tak menentu. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Nelayan di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuseti mulai memasuki masa paceklik. Karena cuaca di laut yang dengan cepat berubah akibat musim timuran, menyebabkan nelayan tak berani melaut.

Jika nelayan memaksakan diri untuk melaut, hasil yang didapat pun tak akan sebanding dengan ongkos operasional yang dileluarkan. Sehingga nelayan memilih memarkirkan perahu dan kapalnya, ketimbang rugi.

Yasir, ketua kelompok Nelayan Banyutowo mengatakan, sudah hampir sebulan ratusan kapal nelayan diparkir di Pelabuhan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti.

”Kalau dihitung, dari 900-an nelayan yang ada di Banyutowo, hanya sekitar 200-an nelayan yang saat ini masih melaut. Nelayan yang menggunakan kapal tradisional dan mini purse seine memilih tidak melaut, dan memarkirkan kapalnya di dermaga,” katanya, kemarin.

Ia menyatakan, sejumlah nelayan yang berani melaut, akan mencari titik-titik yang masih terdapat cukup ikan, meskipun jaraknya cukup jauh. Yakni mulai dari perairan Jepara, Rembang, Bonang, bahkan hingga ke Sumatera.

”Meskipun jauh tetap mereka tempuh, padahal biaya operasional untuk bisa ke sana tentu jauh lebih mahal dibandingkan biasanya,” ujarnya.

Nelayan yang menggunakan kapal cantrang di pesisir utara Pati juga terlihat masih melaut. Mereka mencari ikan dengan membuat jebakan jaring di tepi pantai. Menurut dia, nelayan cantrang atau nelayan pinggiran, tidak pernah terganggu dengan beradaan musim timuran atau musim lainnya. Meraka hanya libur ketika gelombang laut meninggi.

Sedangkan nelayan yang tidak melaut, biasanya menggunakan waktu kosong mereka untuk membenahi jaring dan memperbaiki kondisi kapalnya. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →