Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Voli Pantai Kudus Atur Ritme Latihan



Reporter:    /  @ 01:53:53  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

Atlet Voli Pantai Kudus berlatih untuk persiapan seleksi Pra PON Jateng serta Kejurnas Pelajar yang akan dilakukan di bulan Oktober ini. Saat ini pelatih berusaha mengatur ritme latihan sehingga tidak terjadi cedera pemain. (KOMA / Faisol Hadi)

KUDUS – Voli Pantai Kudus dipastikan akan lebih sibuk dibanding hari biasa. Dua even nasional, yakni seleksi Pra PON serta Kejurnas Pelajar sudah berada di depan mata. Praktis, pemain dan pelatih dipaksa memutar otak untuk menyiapkan semua pertandingan tersebut.

Pelatih diklat voli pantai Kudus Achsin Rochis mengatakan, selama Oktober ini pihaknya diwajibkan mengatur ritme latihan. Ini mengingat satu kesalahan kecil akan berdampak besar. Apalagi, pertandingan hanya berselang dua pekan.

”Dari informasi yang kami terima seleksi Pra PON Remaja akan dilakukan 18 Oktober. Sementara Kejurnas Pelajar akan dihelat 30-31 Oktober. Namun, kami masih menunggu surat resmi dari PBVSI Jateng, bisa jadi akan lebih cepat,” kata Achsin kepada Koran Muria, Rabu (8/10), kemarin.

Atas dasar tersebut, lanjutnya, pihaknya akan memfokuskan pada seleksi Pra PON terlebih dahulu. Terlebih, persiapan fisik ataupun materi yang diberikan akan saling terkait. Sehingga, tak akan ada materi latihan yang terbuang sia-sia.

”Kami memang menginginkan target yang lebih besar, Pon Remaja sudah kami incar lama dan kami harus mendapatkannya. Makanya kami akan lebih fokus ke sana dengan memberikan latihan yang lebih keras kepada pemain yang akan mengikuti seleksi,” ujarnya.

Menurut dia, pertandingan Pra PON akan menjadi penentu kesuksesan pemain Kudus. Sebab kabar yang terdengar, hanya satu pasang putra dan satu pasang putri saja yang nantinya bakal mewakili Jateng.

”Kami tak mau kalah, untuk itu latihan keras setiap hari menjadi makanan pokok pemain dan pelatih,” terangnya.

Dia menambahkan, latihan itu juga sekaligus latihan untuk Kejurnas Pelajar akhir Oktober nanti. Sebab pemain yang diterjunkan merupakan pemain yang sama. Sehingga sekali melatih mendapatkan keduanya. Namun bedanya mengenai taktik dan teknik bertanding lebih ke Prapon.

”Kalau boleh berhayal, pastinya kami berharap salah satu pertandingannya di undur. Supaya masih ada persiapan dalam menghadapinya secara lebih matang. Tapi itu tak akan mungkin terjadi,” pungkasnya. (Faisol Hadi / Supriyadi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →