Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Hakim Tolak Eksepsi Sunoto



Reporter:    /  @ 01:31:31  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Persidangan kasus dugaan penyimpangan dana perluasan lahan tebu 2012 dengan terdakwa Sunoto, warga Desa Ngampon, Kecamatan Jepon akan terus dilanjutkan. karena, majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menolak eksepsi dari terdakwa. Sehingga, kasus ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora itu dilanjutkan dengan materi sidang berikutnya.

”Benar, eksepsi terdakwa ditolak majelis hakim. Karena itu, sidang dilanjutkan,” kata Kajari Blora Mochamad Djumali, kemarin.

DJumali mengatakan, ditolaknya eksepsi dari terdakwa itu dikeluarkan setelah majelis hakim membacakan putusan selanya di agenda sidang keempat. Pada tiga sidang sebelumnya, majelis hakim telah mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU), dan dakwaan itu dijawab dengan pembelaan terdakwa yang dibacakan penasehat hukumnya. Kemudian, JPU menjawab eksepsi terdakwa pada sidang ketiga. 

”Materi sidang berikutnya adalah pemeriksaan-pemeriksaan. Di antaranya pemeriksaan saksi dan terdakwa. Kami siap menghadapi sidang ini,” jelasnya. 

Salah satu JPU dalam kasus tersebut, Wibowo Wisnu Nugroho membenarkan, jika eksepsi dari terdakwa ditolak majelis hakim. Dia mengaku mendengarkan langsung putusan sela yang dibacakan majelis hakim, karena dia sendiri yang ikut sidang. 

”Argumentasi kami dalam dakwaan sudah tepat, sehingga tidak salah jika majelis hakim menolak eksepsi terdakwa. Pembelaan memang hak terdakwa, tapi putusannya jadi kewenangan majelis hakim yang menyidangkan,” terang Bowo, panggilan akrab Wibowo Wisnu Nugroho. 

Sebelumnya, lanjut Bowo, pihaknya yakin kalau sidang akan dilanjutkan. Karena, dakwaan yang dibuat berdasarkan fakta dan bukti-bukti yang ada. ”Kasusnya kuat, sehingga kami yakin tetap jalan, dan ternyata benar” tegasnya. 

Diketahui, Kejari Blora menyerahkan berkas kasus dugaan penyimpangan perluasan lahan tebu 2012 ke Pengadilan Tipikor Semarang. Kasus itu melibatkan Sunoto, mantan Kades Ngampon, Kecamatan Jepon. Sidang tersebut kali pertama digelar pada Senin (15/9) lalu. 

Sunoto didakwa melangar UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 KUHP. Terdakwa juga terancam hukuman pidana penjara maksimal seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat empat tahun. Sedangkan pidana denda yang akan dijatuhkan, paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →