Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Satpol PP Kabupaten Grobogan Bongkar Lapak PKL di Trotoar



Reporter:    /  @ 01:29:38  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

Petugas Satpol PP Grobogan meminta pedagang kaki lima di Jalan R Soeprapto Purwodadi, membongkar lapaknya di berada di atas trotoar. (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Petugas Satpol PP Kabupaten Grobogan membongkar paksa lapak pedagang  kaki lima (PKL) di sepanjang trotoar R Soeprapto, Rabu (8/10). Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut pemasangan 15 titik larangan berjualan dan parkir kendaraan.

Komandan Regu Satpol PP Grobogan Damanhuri mengatakan, mulai hari ini (Rabu, 8/10) petugas menertibkan PKL dan parkir yang menempati trotoar. Kebijakan ini bertujuan untuk memberi ruang kepada pejalan kaki dan trotoar digunakan sebagaimana mestinya..

”Selain lapak PKL, kami juga meminta pertokoan dan perkantoran agar tidak memanfaatkan trotoar untuk parkir kendaraan. Karena keberadaan PKL dan kendaraan tersebut menggangu pengguna jalan. Sehingga semua kami tertibkan biar tidak semerawut,” ujarnya.

Ia menyebutkan, langkah tersebut dilakukan sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Pengaturan dan Pembinaan PKL. Penertiban itu bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu, PKL juga harus mengetahui lokasi larangan atau zona merah. Antara lain depan kantor, tempat ibadah, dan rumah sakit, sekitar komplek militer. 

Sedangkan zona kuning atau boleh berjualan sesuai waktu dan lokasi yang ditetapkan pemda. Yakni berdasarkan waktu mulai pukul 16.00 sampai 06.00 WIB dan pasar tumpah pukul 21.00 sampai 11.00. Sedangkan berdasarkan tempat, depan mal atau sekitar lapangan olahraga. 

”Untuk saat ini PKL boleh berjualan tapi tidak boleh menutup seluruh trotoar untuk lapaknya,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pejalan kaki Endah mengatakan, keberadaan PKL di atas trotoar mengganggu pejalan kaki. Warga harus mengalah dengan turun ke jalan raya karena badan trotoar ada tenda serta beragam barang dagangan. Warga Purwodadi itu berharap, pemkab membuat  peraturan daerah untuk menata dan memberdayakan PKL agar tidak menganggu warga lainnya.

”Jika sudah ada peraturan daerah tentang penataan PKL dan area parkir kendaran, maka PKL dan juru parkir dapat tetap mencari nafkah tanpa mengganggu pengguna jalan,” harapnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Kabupaten Grobogan, telah menetapkan 15 titik larangan untuk berjualan atau menggelar lapak pedagang kaki lima dan area parkir kendaraan. Salah satunya sepanjang trotoar di Jalan R Suprapto Purwodadi. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →