Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Kijang Tabrak KA, 5 Tewas



Reporter:    /  @ 01:26:25  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

DEMAK – Kecelakaan maut terjadi antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek, dengan mobil Toyota Kijang, di perlintasan Desa Brambang, Karangawen, Kabupaten Demak, Rabu (8/10). Empat orang tewas di lokasi kejadian, dan satu lagi meninggal saat mendapat perawatan medis.

Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.38 WIB. Pada saat itu, mobil Kijang Grand Extra B 1131 KMB melaju dari arah utara melewati perlintasan tanpa palang pintu.

Saat itu juga, melaju KA Argo Bromo Anggrek dari arah Surabaya. Sehingga tabrakan pun tak terhindarkan, dan menyebabkan mobil yang ditumpangi sembilan orang itu langsung terpental puluhan meter.

”Kejadiannya, di perlintasan KM 20+5/6 antara Stasiun Tegowanu-Brumbung, Demak, sekitar pukul 11.38 WIB. Dari data sementara yang kami himpun, mobil berpenumpang sebanyak sembilan orang,” katanya dikutip Antara.

Ia mengakui, kecelakaan tersebut terjadi di perlintasan tidak terjaga. Selain lima orang meninggal dunia, daan empat lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Semua korban adalah penumpang mobil yang merupakan satu keluarga warga Dukuh Ngepung, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Sukoharjo.

Dari informasi yang diterima, korban meninggal yakni Lilis (32), Hartanto (33) sopir, S Sutaryo, Ponimin, dan Sri Wahyuni. Sementara korban selamat yakni Ponirah (54), Selma (6), Esti Wahyuntari, dan Faiz Abdilah Romadhon (5).

Saksi mata, Romi, warga setempat menyatakan, ketika berada di tengah lintasan KA mobil terlihat ragu-ragu dan kemudian berhenti. Beberapa menit kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melintas dengan kecepatan tinggi.

”Sempat ada penumpang yang membuka pintu mau keluar. Sesaat kemudian, langsung terjadi tabrakan mengerikan itu,” terangnya.

Warga setempat segera menolong dan mengeluarkan para penumpang dari dalam mobil yang sudah ringsek. Kemudian membawa korban yang meninggal maupun luka-luka ke Puskesmas Karangawen, untuk mendapat pertolongan pertama. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →