Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Kopi Tempur, Si Arabica Pengundang Selera



Reporter:    /  @ 01:20:31  /  9 Oktober 2014

    Print       Email

Merahnya kopi Tempur ini telah memberikan begitu manfaat bagi penduduk Desa Tempur. Kopi yang dihasilkan dari wilayah pegunungan tersebut, telah merambah hingga jauh bersama khas kopi hitamnya yang mengundang selera. (KOMA / Supriyadi)

Ada aroma begitu harum yang tercium siang itu, ketika melewati barisan rumah-rumah penduduk yang ada di RT 4/RW 5, Dukuh Karangrejo, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Aroma terbakar, namun begitu menggairahkan siapa saja yang menciumnya.

Itu adalah aroma kopi yang sedang dipanggang. Di salah satu sudut rumah yang tertutup pintunya, aroma itu muncul. Tapi dari aromanya saja bisa terdeteksi bahwa di dalam rumah sedang ada aktivitas memanggang biji kopi. Itu saja sudah sangat membangkitkan perasaan siapa saja yang kebetulan menciumnya.

Jika Anda berkunjung ke Desa Tempur, aroma seperti ini begitu jamak tercium. Di setiap sudut, aromanya begitu kuat. Memaksa siapa saja untuk sejenak berhenti menikmatinya. Bahkan, terdorong kuat untuk bisa menikmati secangkir adukan kopinya. Atau menenteng pulang hasil pengolahan kopinya untuk bisa dinikmati sendiri di rumah.

Desa Tempur juga terkenal dengan komoditas kopinya. Berjenis arabica, kopi yang dihasilkan dari daerah ini, disebut sebagai salah satu penghasil kopi terbaik. Tanpa sentuhan bahan kimia, areal kebun kopi terhampar luas dan menghasilkan biji-biji kopi yang sanggup bersaing di pasaran. 

Sambil menikmati pemandangan yang begitu luar biasa di desa ini, secangkir kopi hitam khas Tempur pas untuk menjadi teman pendampingnya. ”Kalau yang pas dinikmati itu yang kopi asli, belum ada campurannya. Karena saat kita menyesapnya, seperti ada aroma tebu yang khas dan nikmat. Yang jelas, kopi Tempur memang beda dengan yang lainnya,” terang Adiw, salah seorang penikmat kopi Tempur, ketika ditanya kenapa begitu menyukainya.

Salah satu yang membuat kopi Tempur tumbuh subur, adalah kondisi alamnya yang memang sangat memungkinkan. Dikelilingi Pegunungan Muria, dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), rasanya memang tidak mengherankan jika kopi ini kemudian menjadi salah satu yang terbaik yang pernah ada. Tanamankopi juga tumbuh subur hingga lereng-lereng gunung dengan keterjalan yang cukup tinggi. 

Banyak rumah-rumah di Desa Tempur yang kemudian menyediakan pasokan kopi untuk dijadikan oleh-oleh siapa saja yang berkunjung ke sana. Setiap warga di Desa Tempur, juga memiliki areal lahan yang ditanami kopi. Bahkan, disebutkan jika masing-masing warga, memiliki setengah hektare areal lahan kopi untuk terus dipelihara dan dipetik hasilnya. 

Jadi, selamat menikmati secangkir kopi di desa kahyangan….. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →