Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

3 Tersangka Kasus BPBD Ditahan



Reporter:    /  @ 03:49:36  /  8 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus akhirnya melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan logistik bencana tahun 2012 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus. Proses penahanan itu dilakukan Selasa (7/10), kemarin.

Ketiga tersangka yang ditahan adalah mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Sudiarso, mantan Ketua Panitia Pengadaan Barang Sugiyanto, dan Bendahara (non-APBD) BPBD Kudus Nur Kasiyan. 

Penahanan itu dilakukan, setelah sebelumnya diadakan pemeriksaan lanjutan kepada ketiga tersangka, di kantor Kejari Kudus. Ketiga tersangka sudah datang sekitar pukul 10.00 WIB. Dan kurang lebih pukul 13.30 WIB, ketiganya keluar dari ruang pemeriksaan dan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Kudus dengan menggunakan kendaraan milik Kejari Kudus.

Tanda-tanda akan ditahannya ketiga tersangka tersebut, sudah terlihat ketika sebuah mobil ambulans mendatangi kantor Kejari. Termasuk juga saat istirahat dari pemeriksaan, para tersangka tidak diperkenankan untuk keluar jauh-jauh dari lokasi tersebut. Sejumlah petugas, juga terlihat sibuk berkoordinasi dengan pihak Rutan Kudus.

Kepala Kejari Kudus Amran Lakoni mengatakan, keputusan penahanan terhadap ketiga tersangka itu, karena beberapa situasi dan kondisi yang ada. Pertama dikhawatirkan tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan melakukan perbuatannya kembali. 

”Sebab itulah, kami mengamankan ketiga tersangka selama dua puluh hari ke depan, terhitung mulai kemarin. Selain itu, ini juga untuk memudahkan bagi pihak kejaksaan jika ingin melakukan pemeriksaan lanjutan kepada ketiganya. Termasuk juga, kami ingin supaya kasus ini juga cepat dilimpahkan. Proses penindakan juga bisa cepat,” tuturnya kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Amran mengatakan, ketiga tersangka datang secara terpisah ke kejaksaan. Mereka masing-masing sudah didampingi penasihat hukumnya, yang turut serta hingga ke Rutan Kudus. Ini adalah bagian dari hak yang dimiliki oleh para tersangka itu sendiri. ”Sampai saat ini, ketiganya maupun penasihat hukum masih sangat kooperatif dengan kami. Misalkan ada yang mengajukan penangguhan penahanan, ya belum bisa. Karena kan, baru saja kami tahan dan kami titipkan ke rutan. Jadi, belum bisa dilakukan,” katanya.

Selama dua puluh hari ke depan tersebut, menurut Amran, pihaknya akan segera menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan yang ada. Sehingga, akan bisa segera melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. ”Sebelum batas waktu dua puluh hari tersebut, kami akan segera menyelesaikannya. Biar cepat dikirim ke sana,” jelasnya.

Bersamaan dengan ditahannya ketiga tersangka, ternyata kemarin Kejari juga menambah dua orang tersangka baru dalam kasus ini. Keduanya adalah mantan Ketua Pengawas Pengadaan Barang Rudhi Maryanto dan rekanan pemenang proyek tersebut bernama Muslimin. Sebagaimana diketahui, Rudhi Maryanto sampai saat ini, masih aktif sebagai kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus. 

Rudhi sendiri, kemarin memang terlihat mendatangi Kejari Kudus untuk menjalani pemeriksaan atas dirinya. Hanya, dia bukan termasuk yang ditahan bersama ketiga tersangka. Sedangkan Muslimin, tidak datang memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut.

Mengenai belum ditahannya keduanya, termasuk mangkirnya Muslimin, Amran mengatakan jika hal itu bisa menunggu lain waktu. Tidak harus sekarang. ”Itu bisa besok lagi. Tunggu saja tanggal mainnya. Kita belum terburu-buru, kok. Kami masih membutuhkan keterangan mereka terkait kasus ini. Jadi kami akan panggil terus,” jelasnya.

Amran mengatakan, kelima tersangka itu juga merangkap sebagai saksi bagi para tersangka lainnya. Sebab kelimanya merupakan satu bagian yang saling berkaitan. Kelengkapan berkas yang ada, juga termasuk salah satunya dari keterangan kelima tersangka tersebut. (Faisol Hadi / Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →