Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

85 Meninggal Karena HIV



Reporter:    /  @ 03:18:26  /  8 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Angka kematian yang diakibatkan virus HIV/AIDS masih menjadi perhatian utama dari sejumlah elemen. Dari delapan tahun terakhir, tercatat 85 orang telah meninggal dunia akibat virus tersebut.

Kepala Pelayanan HIV/AIDS di RSUD dr Soewondo Pati dr Djoko Mardiyanto mengungkapkan, sejak tahun 2006 hingga saat ini pihak rumah sakit mencatat sebanyak 85 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang telah meninggal dunia.

Jumlah ODHA yang meninggal tiap tahunnya, terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan peningkatannya, bisa mencapai sekitar 15 hingga 20 persen untuk setiap tahunnya. Belum lagi jumlah penderita yang saat ini cukup tinggi.

”Kalau dari catatan kami, untuk saat ini ada 617 orang terjangkit HIV/AIDS, jumlah itu tentu cukup tinggi. Dan dari sekian banyaknya jumlah penderita, justru lebih didominasi ibu rumah tangga yang mencapai sekitar 80 persen, dari total penderita yang saat ini ada,” jelasnya kepada Koran Muria, Selasa (7/10).

Lebih lanjut Djoko Mardiyanto menuturkan, sebagai langkah antisipasinya, ia pihaknya tetap mengupayakan sosialiasasi terkait bahaya virus dan cara penularannya. Pihanya pun mengapresiasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang juga secara aktif memberikan pembinaan dan pelatihan.

Termasuk dengan membentuk warga peduli AIDS maupun iat memberikan edukasi kepada ibu hamil. Dalam kesempatan itu, dirinya pun mengaku menanti disahkannya peraturan daerah (perda) terkait tempat hiburan.

Karena tempat hiburan malam, maupun lokalisasi menjadi salah satu titik penyebaran HIV/AIDS. Dalam peraturan tersebut juga turut disebutkan kewajiban untuk melibatkan tim kesehatan.

”Kebetulan di Pati ini memang ada banyak tempat hiburan. Kalau sudah ada perdanya, tentu kami dapat melibatkan diri. Termasuk untuk secara aktif melakukan tes kesehatan maupun tes HIV kepada setiap orang yang terlibat di usaha hiburan. Kami juga mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan diskriminasi terhadap ODHA dalam bentuk apapun. Karena yang terpenting, cara merawat penderita dan melindungi masyarakat lainnya,” imbuhnya. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →