Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Perajin Batik Batik di Kabupaten Blora Butuh Modal



Reporter:    /  @ 03:08:58  /  8 Oktober 2014

    Print       Email

Yana Mariana, salah satu perajin batik di Kelurahan Beran, Kecamatan Blora memperlihatkan hasil produksinya. Sebagai perajin batik skala rumah tangga, dirinya berharap ada bantuan permodalan dari pemkab setempat.

BLORA – Para perajin batik di Kabupaten Blora, dari tahun ke tahun terus mengalami penambahan. Namun, para perajin batik di Blora rata-rata mengeluhkan persoalan yang sama, yaitu terkendala dengan permodalan.

Misalnya yang dialami para perajin batik di Kelurahan Beran, Kecamatan Blora. Mereka mengaku terkendala permodalan, sehingga belum berani menerima order dalam jumlah besar. 

Salah seorang perajin batik, Yana Mariana mengatakan karena keterbatasan modal, pihaknya hanya menerima pesanan dari warga sekitar. Atau, yang biasanya dilakukan adalah, menampung limpahan orderan dari perajin lain yang tidak sanggup mengerjakan.

”Saya berharap, ada bantuan modal dari pemkab. Selama ini, jika saya perhatikan, bantuan hanya diberikan kepada perajin-perajin tertentu saja, terutama yang sudah besar. Kami perajin kecil, mohon diperhatikan juga,” kata pemilik Nimas Batik tersebut dikutip dari situs resmi pemkab.

Yana menambahkan, untuk mengerjakan hasil karya batik membutuhkan tenaga yang melibatkan para ibu rumah tangga di sekitar tempat usahanya. Baik tenaga nyanthing, nemboki dan nyoleti.

”Saya libatkan ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar tempat usaha. Sebab, bisa dilakukan di rumah. Tapi, jika ada pesanan harus ditarget pengerjaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Yana menjelaskan, usaha membuat batik itu sudah dirintisnya sejak 2011 lalu. Sebelumnya, ia juga sebagai buruh nyanthing di tempat perajin batik lainnya. Ia menerima pemesanan produksi batik cap dan tulis.

”Satu potong kain batik tulis warna alam, harganya Rp 300 ribu. Sedangkan sepotong kain batik cap warna alam, dihargai Rp 200 ribu,” terang ibu dua anak itu.

Diketahui, di Kelurahan Beran ada lebih kurang enam perajin batik. Mereka kebanyakan adalah perajin batik skala kecil atau rumah tangga. Sementara, perajin batik lainnya menyebar di semua kecamatan yang ada di wilayah Blora. Pemkab Blora juga tidak hentinya melakukan pembinaan, sebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan perekonomian bagi perajin batik khas Blora. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →