Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Warga Klampok Manfaatkan Air Keruh



Reporter:    /  @ 03:02:10  /  8 Oktober 2014

    Print       Email

Salah seorang warga sedang mengambil air dari sumur di tepi sungai kering di Desa Kalmpok, Kecamatan Gundih. Meski air terasa asin dan tidak bening, namun warga terpaksa memanfaatkannya. (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Kekeringan yang melanda belasan kecamatan di Kabupaten  Grobogan sejak beberapa bulan terakhir, memaksa warga Desa Klampok, Kecamatan Gundih memanfaatkan air keruh dan asin dari sumur di untuk kebutuhan minum, mandi, mencuci, dan lainnya.

Menurut salah seorang warga setempat Supriyadi (45), meskipun kondisi air keruh dan terasa asin, namun sumur yang berada di tepian sungai yang telah mengering itu, menjadi sumber mata air ratusan warga Desa Klampok. Karena sejak beberapa bulan terakhir sumur rumah warga sudah mengering.

”Sudah lima bulan terakhir kami mengandalkan air sumur ini. Meski air terasa asin, namun kami tetap mengambilnya untuk minum dan kebutuhan lainnya karena tidak ada ada pilihan lain,” kata Supriyadi usai menimba air.

Ia menyebutkan, sejak krisis air bersih melanda Desa Klampok dan sekitarnya, warga belum pernah mendapatkan bantuan air bersih. Baik dari pemerintah daerah maupun pihak swasta. ”Padahal air sumur ini kalau untuk masak nasi,  warnan nasi berubah kuning dan berbau tidak sedap,” jelasnya.

Ia berharap, pemkab segera memberikan bantuan air bersih kepada warga setempat. Pasalnya, jika air sumur sudah tidak mengeluarkan air atau habis maka warga setempat harus rela mengambil air di Kecamatan Gundih yang jaraknya sekitar lima kilometer.

Berdasarkan  data BPBD,  kekeringan melanda 175 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Yakni Kecamatan Gabus, Kradenan, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Pulokulon, Purwodadi, Grobogan, Brati, Toroh, Geyer, Penawangan, Karangrayung, Tanggungharjo, dan Kedungjati.

Sedangkan empat  kecamatan yang aman dari ancaman keketingan yakni, Kecamatan Tergowanu, Klambu, Gubug, dan Godong. Kondsi  kekeringan paling parah di sejumlah desa di Kecamatan Gabus, Kradenan, Ngaringan, dan Pulokulon. 

Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono meminta seluruh desa yang membutuhkan air bersih, segera mengajukan bantuan ke pemkab, supaya petugas dapat segera melakukan pengecekan dan pendataan warga sehingga kekeringan dapat segera teratasi. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →