Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

PKL dan Parkir di Trotoar Dikeluhkan



Reporter:    /  @ 02:58:45  /  8 Oktober 2014

    Print       Email

Dishubinfokom Grobogan memasang papan larangan berjualan dan parkir di sejumlah titik di trotoar Jalan R Suprapto Purwodadi, Selasa (7/10). (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar barang dagangannya di atas trotoar, serta parkir liar tidak hanya merampas hak pejalan kaki, namun juga dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Sebab, warga tidak leluasa memanfaatkan trotoar sehingga terpaksa berjalan di bahu jalan raya. Untuk menertibkan PKL dan parkir, warga berharap adanya peraturan resmi yang mengatur keberadaan PKL dan parkir kendaraan.

Salah satu pejalan kaki Endah mengatakan, keberadaan PKL di atas trotoar mengganggu pejalan kaki. Warga harus mengalah dengan turun ke jalan raya karena badan trotoar ada tenda serta beragam barang dagangan. Warga Purwodadi itu berharap, pemkab membuat  peraturan daerah untuk menata dan memberdayakan PKL agar tidak menganggu warga lainnya.

”Jika sudah ada peraturan daerah tentang penataan PKL dan area parkir kendaran, maka PKL dan juru parkir dapat tetap mencari nafkah tanpa mengganggu pengguna jalan,” harapnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Kabupaten Grobogan, telah menetapkan 15 titik larangan untuk berjualan atau menggelar lapak pedagang kaki lima dan area parkir kendaraan. Salah satunya sepanjang trotoar di Jalan R Suprapto Purwodadi. 

Keberadaan trotoar di ruas jalan protokol itu, dipadati PKL dan parkir kendaraan pertokoan. Kondisi tersebut mengakibatkan hak pejalan kaki terabaikan karena harus mengalah berjalan di badan jalan. Sehingga menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas akibat kesemerawutan PKL di pinggir jalan raya.

”Saat pemberlakuan Jalan R Suprapto sebagai Kawasan Tertib Lalu Lintas, kami juga mengundang pengusaha dan Asosiasi Pedagang Kaki lima Indonesia (APKLI) Grobogan. Hal itu agar PKL tidak lagi melanggar aturan dan mengganggu hak pengguna jalan,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubinfokom Grobogan Nur Kholis, kemarin.

Ia menjelaskan, sesuai aturan PKL memang diperbolehkan berjualan di atas trotoar dengan ketentuan tidak boleh menggunakan seluruh bagian trotoar. Akan tetapi, PKL melanggar peraturan tersebut dengan menggunakan seluruh trotoar untuk menggelar barang dagangan.

”Selain memasang papan peringatan dan larangan berjualan ini, kami juga melakukan pengawasan yang terdiri dari Dishub, Satpol PP, dan Polres. Hasil pengawasan akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi tahap berikutnya,”  terangnya. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →