Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Tonase Truk Dibatasi



Reporter:    /  @ 02:53:16  /  8 Oktober 2014

    Print       Email

Truk angkutan barang parkir di pinggir jalur pantura Tegal. Pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan muatan angkutan barang, untuk meminimalisasi kerusakan jalan. (ANTARA)

KOTA SEMARANG – Pemerintah mengeluarkan kebijakan batasan tonase muatan truk berat. Mulai 29 Sptember 2014, truk yang mengangkut muatan melebihi 25 persen, dari jumlah berat yang diizinkan, dilarang jalan. Truk yang ketahuan melanggar batas muatan, diberi sanksi untuk kembali ke tempat asal.

Penertiban angkutan barang itu, disepakati 10 provinsi. Yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Kesepakatan itu diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor: A.J.004/1/9/DRJD/2014 tanggal 15 September 2014. SE tersebut berisi tentang penindakan pelanggaran muatan lebih angkutan barang di jembatan timbang.

Diterapkannya kebijakan tersebut justru disambut baik Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jateng. Kebijakan tersebut dinilai menguntungkan pengusaha angkutan.

”Kami menyambut baik penerapan aturan itu, dan akan segera merumuskan tarif baru yang menguntungkan perusahaan angkutan barang, serta pengguna jasa,” kata Ketua Organda Jateng Karsidi Budi Anggoro, dikutip Antara, kemarin.

Menurut dia, tidak efektifnya pembatasan muatan angkutan yang tercantum dalam perda Muatan barang, disebabkan ketidaktegasan pemerintah. Akibatnya, banyak pengusaha truk angkutan yang melakukan pelanggaran.

”Pemilik truk tidak bisa menolak, karena berisiko kehilangan muatan. Dan akibat sering dipaksakan mengangkut melebihi ketentuan dan kemampuan, truk menjadi lebih cepat rusak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya penerapan aturan pembatasan muatan, maka para pemilik truk mempunyai alasan kuat untuk mengangkut sesuai kemampuan truk. 

Karsidi mengakui, pembatasan tonase membuat perusahaan pengguna jasa angkutan mengeluarkan biaya lebih besar. Kendati demikian menurut dia, hal itu tidak mejadi masalah, karena pengusaha tinggal menyesuaikan tarif. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →