Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Tempat Para Dewa yang Tak Bertanda



Reporter:    /  @ 02:45:57  /  8 Oktober 2014

    Print       Email

Pepohonan yang tinggi ini, seolah menaungi Candi Angin untuk tetap tegak berdiri meski diterpa aneka macam kondisi alam yang tidak bersahabat. (KOMA / Supriyadi)

Candi Angin yang terletak di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, memang masih menyimpan sejuta misteri untuk bisa digali. Keberadaannya yang belum tersentuh, memang membuat siapa saja yang tertarik dengan sejarah, akan sangat penasaran untuk mengetahui semua hal yang masih tersembunyi dari candi tersebut.

Kenapa dulunya candi tersebut dibuat dari batu, kenapa harus disusun secara berundak-undah, kenapa strukturnya harus dibuat dari bawah hingga ke atas dengan susunan yang berbeda, ataupun kenapa banyak bebatuan yang dibentuk dengan posisi lancip. Kenapa pula tempatnya harus di atas gunung seperti itu. Termasuk, sejak kapan candi tersebut dibangun dan oleh siapa, termasuk dengan tujuan apa.

Semuanya masih belum bisa dijawab dengan pasti. Misteri itu masih terselubung kuat, sekuat Candi Angin bertahan diterpa kondisi cuaca yang bisa dibilang tidak bersahabat untuk keberadaan benda-benda cagar budaya peninggalan lama seperti itu. 

Hanya saja, menguak misteri tersebut, memang belum akan bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Pasalnya, memerlukan penelitian dan kajian yang mendalam untuk bisa melakukannya. Termasuk dari ahlinya. Apalagi Candi Angin seolah ”pelit” dalam memberikan tanda, darimana dia sebenarnya berasal. Tidak ditemukan prasasti maupun tanda-tanda lainnya, yang bisa mempermudah penguakan misteri yang ada.

Sejauh ini, Candi Angin dipercaya sebagai bangunan peninggalan masyarakat yang beragama Hindu. Penyebutan abad ke-7 atau ke-8 yang dikatakan sebagai penanda, juga bisa dibilang belum ada bukti kuatnya. Candi ini juga disebut-sebut sebagai candi yang lebih tua dari Candi Borobudur, yang dibangun pada abad ke-9. Sangat berlainan dengan Candi Borobudur yang berhiaskan aneka tanda, maka Candi Angin adalah candi ”polos” yang belum sanggup dibaca apa yang tertanam pada dirinya.

Hanya saja, Candi Angin memang masihlah penuh misteri. Bandingkan saja dengan Candi Prambanan yang juga peninggalan Hindu. Candi tersebut begitu megah, dengan ornamen dan hiasan yang tertempel di sana-sini. Bahkan dengan cerita tentang bagaimana candi itu dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk memenuhi keinginan Roro Jonggrang, sanggup membuatnya menjadi salah satu peninggalan sejarah bangsa Indonesia yang sangat menawan. Memang benarlah bahwa sebuah kisah akan sangat mampu mengangkat pamor apapun yang terkait dengan kisah masa lalu. Membuat mereka yang penasaran, akan datang menyambangi untuk bisa melihat lebih dekat lagi. 

Dalam beberapa literatur, candi disebut-sebut sebagai replika tempat tinggal para dewa yang sebenarnya. Yakni replika puncak Mahameru, di Gunung Semeru, yang selama ini dipercaya sebagai tempat tinggal utamanya para dewa. Berdiri di atas ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), puncak ini adalah salah satu tujuan utama dari para pendaki gunung. Benarkah kemudian Candi Angin ada hubungannya dengan Mahameru? Adalah hubungannya Candi Angin dengan Gunung Muria yang dulunya adalah sebuah gunung besar yang sangat aktif? Menarik untuk menunggu hasil kajian yang akan dilakukan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, yang akan segera bergerak ke sana. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →