Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Seleksi Pra PON Remaja Diundur



Reporter:    /  @ 21:05:54  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Elly Maulida (kanan) dipastikan akan lebih lama menunggu kepastian memperkuat tim Pra PON Jateng setelah seleksi atlet mundur. Saat ini voli pantai kudus masih menunggu PBVSI Jatneg. (KOMA/ FAISOL HADI)

KUDUS – Seleksi atlet Pra PON Remaja cabang voli pantai Jateng yang direncanakan dilakukan kemarin dipastikan mundur. Hal ini seiring belum adanya surat resmi yang diberikan PBVSI Jateng ke masing-masing klub. Bahkan, dewan penguji yang dijadwalkan datang pun membatalkan karena alasan administrasi tersebut.
”Pemberitahuan secara resmi ke klub belum ada, otomatis seleksi tidak bisa dilaksanakan. Selain itu, karena tak ada kejelasan, dewan penguji juga membatalkan kedatangan. Saat ini kami masih menunggu kejelasan dari PBVSI Jateng,” pelatih Diklat Voli Pantai Kudus Didik Maryadi kepada Koran Muria.
Padahal, lanjutnya, pertandingan Pra PON Remaja akan berlangsung 18 Oktober mendatang. Jika seleksi tak segera dilakukan, dipastikan persiapan akan semakin mepet. Terlebih, saat ini hanya tinggal menghitung hari.
”Saat ini, kami hanya melakukan persiapan sebisa mungkin, sambil menunggu kabar resminya,” tegasnya.

Didik menjelaskan, sebelumnya wakil Jateng akan ditentukan berdasarkan pemenang Kejurprov Jateng pekan lalu. Kudus yang berhasil merajai podium dimungkinkan akan menjadi wakil Jateng di PON Remaja kali pertama dihelat di Surabaya tersebut.
Hanya, PBVSI Jateng tak serta merta menunjuk Kudus menjadi wakil. Mereka berharap wakil Jatengkembali diseleksi berdasarkan tiga teratas Kejurprov.
”Rencananya, proses seleksi akan dilakukan pada pekan ini. Namun mengenai persisnya masih menunggu instruksi dari PBVSI Jateng. Tapi paling tidak, proses seleksi sendiri dilakukan selama minimal tiga hari,” terangnya..
Untuk itu, Didik memastikan, proses latihan tim Kudus saat ini terus dikembangkan. Hanya, materi latihan secara teknis. Sebab dengan waktu yang kurang dari sepekan, maka persiapan juga harus dipercepat.
”Kami mengembangkan kemampuan dengan game. Ini untuk mempersiapkan fisik pemain supaya terbiasa dengan ketatnya kejuaraan,” tegasnya.
Didik menambahkan, selama ini pemain sudah dipersiapkan dengan pembekalan materi dan teknik latihan. Sehingga tinggal pemantapan dengan cara games dan pematangan saat trinning center. Selain itu, dalam kurang dari sepekan sebelum pertandingan juga diadakan pemantapan mental. Sebab pertandingan yang akan dilaksanakan nantinya juga akan berat.
”Melihat kondisi tingkat nasional, maka persiapan mental juga harus ditata. Sebab sering kali dalam even tersebut, pemain menjadi canggung dan mengalami demam panggung. Padahal kalau saja tidak mengalami hal itu mereka dapat melalui pertandingan tersebut,” pungkasnya. (FAISOL HADI/SUPRIYADI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →