Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Gerilya Pemain di Turnamen Tarkam



Reporter:    /  @ 20:42:08  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Pemain belakang Persijap Ahmad Buchori merupakan salah satu produk keberhasilan pembinaan pemain muda di Jepara. PSSI Jepara berharap musim depan Persijap diisi banyak pemain lokal.

JEPARA – Meskipun kompetisi Divisi Utama masih lama, namun tidak ada salahnya apabila manajemen bergerak mulai sekarang. Termasuk menyiapkan komposisi pemain untuk kompetisi mendatang. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni memantau langsung potensi-potensi pemain lokal Jepara.
Ketua PSSI Jepara Ahmad Rifai menegaskan, di Jepara banyak bertebaran pemain-pemain berbakat yang bisa diberdayakan untuk memperkuat Persijap. Dia menilai, para pemain yang sering tampil di berbagai turnamen lokal maupun tarkam (antarkampung) di Jepara memiliki kualitas yang tak jauh beda dengan pemain professional yang ikut dalam kompetisi Divisi Utama.
”Kualitas pemain lokal yang ikut dalam kompetisi tarkam juga ada yang sejajar, bahkan lebih baik dari pemain di tim lain yang berlaga di Divisi Utama. Secara kualitas, pemain lokal Jepara tidak kalah dari pemain di level Divisi Utama,” kata Rifai.
Memang tidak semua pemain lokal Jepara bisa masuk ke kompetisi resmi. Untuk itu, dibutuhkan kejelian dari manajemen untuk memantau bakat-bakat terpendam tersbeut. ”Menurut saya, lebih baik manajemen Persijap mempersiapkan tim untuk Divisi Utama dengan komposisi pemain lokal saja. Kalau pemain lokal bisa bersaing, mengapa harus jauh-jauh mencari dari luar kota,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan kompisisi pemain local yang baik, manajemen harus bersedia terjun ke tempat yang menggelar turnamen tarkam. Sehingga, bisa secara langsung melihat kualitas masing-masing pemain.
”Selain turun langsung ke turnamen, bisa juga dengan melakukan seleksi terbuka yang diikuti semua pemain dari berbagai penjuru Jepara,” ungkap dia.
Apa yang disampaikan Rifai cukup berasalan. Sebagai wadah pembinaan pemain lokal, PSSI Jepara juga secara periodik menggelar kompetisi internal. Di antarannya, sejumlah kompetisi usia muda seperti kompetisi U-18. Ia melihat potensi pemain muda Jepara dapat diandalkan.
Selain bisa menjadi muara pembinaan pemain, dengan memaksimalkan potensi lokal Jepara, ada sejumlah keuntungan yang bisa dicapai manajemen Persijap. Langkah ini bisa menekan anggaran belanja pemain. Sebab, harga pemain-pemain ini lebih terjangkau dibanding pemain luar kota, maupun pemain yang sudah berpengalaman.
”Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi kasus tunggakan gaji pada akhir kompetisi seperti yang terjadi di musim-musim sebelumnya,” pungkas Rifai. (WAHYU KZ/SUNDOYO HARDI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →