Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Hingga September, Terjadi 56 Kasus Kebakaran di Grobogan



Reporter:    /  @ 20:04:03  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Lima rumah milik warga Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, ludes terbakar akibat tabung gas bocor, belum lama ini. (KOMA/NUROKHIM)

GROBOGAN – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, penyebab utama kebakaran bukan kondisi cuaca, namun lebih banyak akibat kelalaian manusia. Sehingga warga diimbau selalu berhati-hati sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyebab kebakaran.
Agus juga menjelaskan, sepanjang tahun 2014 kasus kebakaran di Grobogan mencapai 56 kasus dengan kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Baik kebakaran rumah atau tempat tinggal, pasar, kandang terna, lahan pertanian, maupun bangunan lainnya.
”Ada 56 kasus kebakaran yang dilaporkan ke BPBD. Kelalaian manusia mendominasi kasus kebakaran. Antara lain lupa mematikan kompor, selang tabung gas bocor, lilin, ataupun obat nyamuk bakar. Sedangkan korsleting atau arus pendek listrik masih kecil,” jelas Agus.

Menurutnya, penyebaran titik kebakaran terjadi secara sporadis yang tersebar di sejumlah wilayah, terutama luar kota Purwodadi. Terkait  penanganan kebakaran di sejumlah wilayah, BPBD sudah mengerahkan ratusan liter tangki air untuk pemadaman.
”Jika ada laporan adanya kebakaran, BPBD langsung menuju lokasi  sekaligus melakukan verifikasi kerugian yang diakibatkan kebakaran. Bagi korban kebakaran akan ada bantuan logistik dan uang sesuai dengan verifikasinya. Mungkin bulan November sudah turun hujan dan kemungkinan bisa mengurangi terjadinya kebakaran,” katanya.
Sementara itu, pada Selasa (30/9) lalu, dalam satu hari terjadi kebakaran di dua lokasi yang menyebabkan enam bangunan ludes. Salah satunya adalah rumah dinas Perum Perhutani KPH Gundih. Api diduga berasal dari selang tabung gas bocor.
”Kerugian material akibat musibah kebakaran itu mencapai Rp 400 juta. Beberapa bagian bangunan tersebut terbuat dari kayu jati, sehingga kerugian mencapai ratusan juta rupiah,” kata Kepala Humas Perum Perhutani KPH Gundih Kabupaten Grobogan Totok Sugiyanto.
Pada waktu bersamaan, lima unit rumah warga RT 2/RW 1, Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, ludes terbakar, sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak ada korban jiwa atau luka pada peristiwa tersebut, namun pemilik rumah yakni Sawadi dan Rusmuji mengalami kerugian sekitar Rp 700 juta.
Kebakaran yang diduga akibat tabung elpiji bocor tersebut berawal saat rumah Rusmuji sedang mengadakan syukuran atas pembelian sebuah kendaraan traktor. Saat suasana dapur ramai oleh kegiatan memasak untuk hidangan syukuran, tabung gas yang dipakai memasak bocor dan langsung meledak.
Ledakan keras dari tabung gas disertai kobaran api yang langsung melalap berbagai perabot rumah yang ada di dalam rumah. Hanya dalam hitungan menit, kobaran api yang semula di bagian dapur kian membesar dan merembet ke bagian lain dan rumah di sampingan. (NUROKHIM/SUMARNI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →