Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Stok Pupuk Kabupaten Grobogan Cukup Hingga Akhir Tahun



Reporter:    /  @ 20:00:23  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinpertan TPH) Kabupaten Grobogan menjamin stok pupuk bersubsidi untuk kebutuhan bertani cukup hingga akhir tahun 2014. Hal itu menyusul adanya tambahan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Sehingga kini petani tidak lagi kesulitan mencari pupuk bersubsidi.
Kepala Dinpertan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto mengatakan, tahun ini pihaknya mendapatkan tambahan jatah pupuk 33.938 ton. Sedangkan alokasi sebelumnya sebanyak 152.288 ton hanya bisa mencukupi sampai Oktober 2014.
Edhie menjelaskan, dengan luas areal pertanian di wilayah Grobogan yang mencapai 80.348 hektare, maka tambahan pupuk tersebut cukup hingga dua bulan ke depan. Tambahan jatah pupuk akan digulirkan pada masa tanam yang berlangsung antara November-Desember.
”Beberapa waktu lalu, para petani memang sempat kebingungan lantaran kesulitan mencari pupuk bersubsidi. Tapi dengan adanya tambahan jatah pupuk itu, kini sudah bisa teratasi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kuota pupuk tahun 2014 untuk Kabupaten Grobogan sebanyak 152.288 ton. Terdiri atas 59.359 ton urea, 12.665 ton SP36, 25.795 ton NPK, 15.291 ton petroganik dan 5.240 ton Za.
Pada anggaran perubahan, jatah beberapa jenis pupuk bersubsidi tersebut mendapatkan tambahan masing-masing urea 14.997 ton, SP36 2.861 ton, NPK 9.411 ton, petroganik 3.183 ton, dan Za ditambah 3.486 ton.
Sementara itu, Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro sempat meminta tambahan pupuk kepada pemerintah pusat karena jatah pupuk pada 2014 dikurangi. Sebab, pada tahun 2013 jenis pupuk urea mendapatkan 72.700 ton. Selain itu, empat jenis pupuk juga dikurangi yakni pupuk SP36 tahun lalu 14.235 ton, NPK Phonska 27.411 ton, pupuk Za 7.867 ton dan pupuk petroganik 16.078 ton.
”Untung saja sudah dapat tambahan pupuk. Kalau jatah pupuk tiap tahun di Grobogan dikurangi itu sama saja membuat petani kelimpungan,” katanya.
Selain itu, Icek juga mewaspadai aksi penimbunan pupuk atau menjual pupuk dengan harga mahal yang kerap terjadi di tingkat pengecer. Sehingga dinas terkait harus meningkatkan kewaspadaan disitribusi pupuk. Jangan sampai stok pupuk tercukupi namun petani tetap kesulitan memperolehnya. (NUROKHIM/SUMARNI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →