Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Eksepsi Sunoto Bakal Ditolak



Reporter:    /  @ 19:57:31  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Persidangan kasus dugaan penyelewengan dana perluasan lahan tebu 2012 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, sudah empat kali digelar. Pada persidangan keempat ini, agendanya adalah majelis hakim membacakan putusan selanya. Putusan sela diberikan, setelah majelis hakim mendengarkan dakwaan, pembelaan (eksepsi) terdakwa dan tanggapan jaksa atas eksepsi tersebut.
Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Blora Mochamad Djumali mengatakan pihaknya berkeyakinan, dakwaan yang dibuat berdasarkan fakta dan bukti-bukti yang ada. Bukti tertulis maupun bukti dari keterangan saksi serta bukti pendukung lainnya, sudah dianggap memenuhi dasar formil.
”Kami berkeyakinan, sidang akan tetap dilanjutkan. Eksepsi terdakwa akan ditolak,” kata Djumali, Senin (6/10).

Menurut Djumali, tim jaksa penuntut umum (JPU) sudah menjawab segala argumentasi dan dalil yang diajukan terdakwa melalui pengacaranya. Dakwaan itu disusun, berdasarkan pertimbangan yang matang dan hasil penyelidikan serta penyidikan yang sudah dilakukan. ”Kasusnya kuat, jadi tetap jalan,” imbuhnya.
Salah satu JPU dalam kasus itu, Wibowo Wisnu Nugroho akan mendengarkan putusan sela dari majelis hakim. Sebelumnya, JPU sudah mematahkan eksepsi terdakwa, yang menyebut jika dakwaan prematur dan tidak sesuai dengan kejadian.
”Terdakwa menilai, kasus itu bukan korupsi, namun perdata. Dalil itu sudah kami bantah,” jelasnya.
Wibowo menambahkan, dakwaan yang disusun tim JPU sangat komplit dan detail menguraikan tentang tindakan yang dilakukan terdakwa Sunoto. Bahkan, juga menyebutkan dengan gamblang peran masing-masing pihak. Termasuk, peran Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Distanbunakikan) Sutikno Slamet dalam kasus itu.
Diketahui, Sunoto yang juga ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora terjerat kasus hukum. Mantan kades Ngampon, Kecamatan Jepon itu didakwa menikmati uang negara, dari dana perluasan lahan tebu 2012. (ARIES BUDI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →