Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Dampak Musim Kemarau Puluhan Embung Rusak



Reporter:    /  @ 19:51:22  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Embung yang ada di Kecamatan Tunjungan menyusut airnya karena bangunan rusak. Selama ini, pemkab tidak ada upaya untuk merawat embung-embung yang tersebut di Kabupaten Blora. Akibatnya, banyak yang rusak. (KORAN MURIA)

BLORA – Dampak musim kemarau di Kabupaten Blora, menyebabkan puluhan embung atau waduk yang tersebar di kabupaten itu rusak. Akibatnya, air di puluhan embung itu mulai berkurang debitnya.
Aktivis pemerhati lingkungan dari Laskar Ampera Jateng Cabang Blora Djoko Prasetyo mengatakan menurunnya  stok air itu, tidak hanya karena musim kemarau. Tetapi, juga dikarenakan banyak embung yang mengalami kerusakan. Rata-rata tidak ada dana perawatan bagi embung tersebut
”Biasanya, selesai dibangun dibiarkan saja. Membangun adalah hal yang sangat mudah, tapi merawat itu yang selama ini jarang dilakukan. Akibatnya, puluhan embung jadi rusak,” kata Djoko, kemarin.

Kerusakan tersebut, tambah Djoko, rata-rata bangunannya rusak serius. Tanggul atau bangunan dalam embung banyak yang longsor dan terjadi pendangkalan. Ia mencontohkan kondisi di Embung Rowo di Kelurahan Karangjati, Embung Ngawen, dan Embung Kunduran. ”Silakan dicek saja, seperti apa kondisi embung-embung itu. Apakah ada perawatan yang memadai atau tidaknya,” ujarnya.
Selama ini, lanjut Djoko, puluhan embung itu adalah proyek peninggalan dari bupati sebelumnya, yang saat itu dijabat Soekardi HP. Namun, sejak dibangun hingga sekarang, tidak ada perawatan.
”Selama ini, memang embung kurang diperhatikan. Tak heran, jika banyak yang rusak,” jelas Djoko.
Salah seorang warga Banjarejo, Kecamatan Banjarejo Solikin menyatakan, karena bangunannya rusak, maka air yang ditampung tidak bisa bertahan lama. Sebab, setiap hari air merembes ke tanah melalui bangunan yang pecah atau retak.
”Kondisinya memang seperti itu. Kalau air embung habis, warga harus cari ke sumber air lain yang masih ada airnya,” jelas Solikin. (ARIES BUDI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →