Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Warga Bonang Gagal Segel Balai Desa



Reporter:    /  @ 19:43:09  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Warga Bonang menggelar aksi unjuk rasa di balai desa setempat, Senin (6/10). Pengunjukrasa membawa poster bertuliskan berbagai kecaman terhadap kepala desa setempat. (KOMA/AHMAD FERI)

REMBANG – Situasi Desa Bonang, Kecamatan Lasem, kian memanas karena sebagian warga dengan kepala desa (kades) setempat, Syaeful Shodikin. Pada Senin (6/10), puluhan warga setempat gagal menyegel kantor balai desa setempat. Penyegelan kantor balai desa merupakan puncak kekesalan warga atas perilaku, kades yang dianggap melakukan banyak penyimpangan.
Kegagalan penyegelan lantaran aksi kelompok warga ini dihalangi polisi, kemudian massa meluapkan kekecewaannya dengan berorasi di lingkungan balai desa, sehingga menyita perhatian pengguna jalan di jalur pantura Bonang.
Koordinator aksi Sulistyorini mengatakan, suasana desa memanas dan runyam, menyusul mediasi yang digelar 30 September lalu, kades mengklaim tidak bersalah atas sejumlah penyimpangan yang telah dilakukan.
”Sejumlah penyimpangan kades antara lain, ijazah kades yang tidak setara dengan syarat pencalonan kades saat itu, pemungutan biaya pada pembagian kartu Jamkesmas, pemotongan dana ADD, serta perilaku kepala desa yang sombong, angkuh, dan pendendam,” ujar Koordinator warga, Sulistyorini, kemarin.

Merasa gagal menyegel kantor balai desa, sekitar belasan perwakilan warga beralih mendatangi kantor bupati untuk bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz. Namun yang bersangkutan tengah menghadiri rapat paripurna pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD. Sehingga kelompok warga ditemui Asisten I Sekda Rembang Subakti.
Sulistyorini menilai pemkab setempat lamban dalam menindaklanjuti keinginan sekelompok warga.
”Hasil pertemuan kami dengan Pak Subakti adalah minta format laporan diperbaiki dan menyebutkan, bahwa Inspektorat sudah bekerja dan sudah laporan ke Plt bupati. Terkait sanksi akan tetap ada namun belum menjurus ke pencopotan. Namun tuntutan kami adalah Kades tetap wajib dilengserkan,” terang Sulistyorini.
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kades Bonang Syaeful Shodikin mempersilakan sekelompok warga yang akan menyegel kantor balai desa. Menurtnya, aksi ini bukan atas seluruh warga, melainkan sekelompok orang yang mengatasnamakan warga. Sedangkan mengenai tudingan penyimpangan, ia mengaku sudah tiga kali dipanggil Pemkab Rembang, termasuk Inspektorat.
”Kalau sudah ambisi mau menyegel balai desa, ya silakan, itu hak mereka. Yang jelas, ini motifnya politik. Karena dari awal, mereka tidak suka saya menjadi kepala desa. Dari awal sudah tidak suka, ya mau bicara apa saja, wong namanya orang nggak suka,” papar Syaeful Shodikin.
Kades menganggap tuntutan warga yang menghendakinya copot jabatan, sebagai sesuatu yang berlebihan. Dia menyebut ada permainan politik yang menginginkan kepala desa yang sah atau terhenti di tengah jalan.. (AHMAD FERI/SUMARNI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →