Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Kalah Lawan AML Warga Donorojo Ajukan Banding



Reporter:    /  @ 19:26:28  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Warga di Kecamatan Donorojo, berencana mengajukan banding, setelah upaya gugatan di peradilan tingkat pertama di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Semarang kalah. Hal itu ditegaskan pendamping warga Donorojo dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama, Lukman Hakim, kemarin.
Menurut Lukman, setelah warga kalah dalam sidang gugatan atas penambangan pasir besi di Donorojo di PTUN Semarang, dan dimenangkan PT Alam Mineral Lestari (AML), maka akan ditempuh upaya hukum di atasnya. Karena, warga merasa tidak adil dengan putusan di peradilan tingkat pertama itu. ”Kami harapkan, upaya banding yang diajukan warga akan dikabulkan,” kata Lukman.
Lukman menambahkan, warga merasa majelis hakim PTUN Semarang tidak memerhatikan aspek hukum lainnya. Karena, warga Donorojo menganggap, jika proses perizinan yang dilakukan AML ilegal.

”Bagi kami, proses perizinan yang dilakukan AML tidak sesuai prosedur. Jadi, pengadilan tidak mempertimbangkan aspek lain. Terutama terkait Amdal,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Lukman, penambangan pasir besi yang dilakukan PT AML tidak menimbang aturan sepadan pantai. Karena, aturannya, aktivitas penambangan kurang dari 100 meter dari pantai tidak diperbolehkan.
Diketahui, pada Maret 2014 lalu, ratusan warga Donorojo mendatangi kantor PTUN Semarang. Mereka meminta, agar majelis hakim mencabut izin usaha pertambangan (IUP) pasir besi PT Alam Mineral Lestari (AML). Dikhawatirkan, aktivitas penambangan itu, akan semakin mengikis lahan milik warga. Lahan milik warga yang terkena dampak dari aktivitas penambangan pasir besi itu adalah Bandungharjo, Ujungwatu dan Banyumanis. Ketiganya berada di Kecamatan Donorojo.
Rencananya, PT AML akan melakukan penambangan pasir besi seluas 200 hektare. Rincian, di Desa Bandungharjo seluas 21 hektare, Ujungwatu 60 hektare dan Banyumanis 119 hektare. (WAHYU KZ/ARIES BUDI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →