Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Penataan Kawasan Industri Kudus Kacau



Reporter:    /  @ 02:47:52  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Perda No 16 tahun 2012 tentang  Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) kudus dinilai kacau. Pasalnya dalam aturan tersebut banyak memiliki kekurangan. Sehingga perlu dilakukan pembenahan tentang aturan tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor Pusat Perizinan Terpadu  (KPPT) Kudus Revlisianto Subekti  kepada Koran Muria, kemarin. Menurutnya, peraturan RTRW tidak memihak kepada investor, sebab dalam peraturan tersebut central industri diberi ruang di bagian barat dan bagian timur.

”luasnya itu seberapa, kalau dijadikan sentra industri, itu akan memakan lahan yang luas. Sedangkan lahan yang tersedia sangat sedikit. Itupun juga dengan tempat di pinggiran kota,” kata Revli, kemarin.

Menurutnya, banyak investor membidik daerah perkotaan untuk menjaanbkan usahanya tersebut.  Wilayah di sana dipilih karena akses ke kota lainnya sangat dekat. Termasuk ke kota besar, misalnya Semarang. Selain itu, jika mengirim ke daerah Surabaya juga dapat mudah melalui Pati.

Dia menjelaskan, seharusya dapat dilakukan upaya untuk menarik investor lain ke Kudus. Mungkin ke sektor pertanian atau juga sektor lainnya selain industri yang selama ini ada. Sebab dengan demikian maka tidak akan menghilangkan Kudus sebagai kota Pro Investasi.

Sedangkan menurut  Kabid Perencanaan Operasional Pendapatan (Kabid POP) pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Harso Widodo, Kudus merupakan wilayah yang kecil terdapat di Jateng. Sehingga jika dilakukan sebagai Kota Industri akan mengakibatkan hal yang merugikan masyarakat.

”Kalau semuanya menjadi industri, atau banyak yang dikuningkan (peta Industri), maka bagaimana dengan pertanian di Kudus, atau kehutanannya. Lalau bagaimana dengan wilayah lainnya. Padahal Kudus juga banyak memiliki petani,” ujarnya.

Menurut dia, perlu pertimbangan yang lebih dalam merancang RTRW di Kudus. Sebab harus dipertimbangkan Kudus ke depannya dalam bidang tersebut. Hal itu juga serupa dengan apa yang dikatakan Revli. Bagi dia, seharusnya Kudus harus merancang akan dijadikan apa kedepannya.

Sementara itu, Plt Dinas Cipkataru Kudus Didiki Tri Prasetyo menjelaskan, pihaknya hanya menunggu sampai saat perubahan RTRW itu. Sehingga untuk sekarang RTRW dibiarkan berjalan seperti itu.

”Biarkan saja seperti itu dulu, nantinya kalau waktunya dirubah juga akan dirubah. Namu  untuk yang sekarang biarkan berjalan aturan tersebut,” tutur Didik, kemarin. (Faisol Hadi / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →