Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

PKL Hutan Kota Diultimatum



Reporter:    /  @ 02:35:48  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Sejumlah PKL yang berada di lokasi parkir Hutan Kota terlihat masih nekat beroperasi. Satpol PP memberi waktu hingga 10 Oktober sebelum dibongkar paksa. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Pemkab Pati mengultimatum para pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di lahan parkir Hutan Kota, kawasan Plangitan, untuk segera menutup warungnya. Satpol PP mengancam akan membongkar paksa, jika hingga 10 Oktober mendatang, warung-warung tersebut masih beroperasi.

Tanggal tersebut merupakan batas akhir toleransi bagi PKL, untuk mengemasi barang dan merubuhkan warungnya secara mandiri. Di lahan parkir Hutan Kota itu, setidaknya ada delapan PKL yang menyalahi aturan. Mereka juga sebelumnya telah menyepakati untuk membongkar sendiri.

Namun hingga kemarin, masih banyak warung yang tetap nekat beroperasi. Kepala Satpol PP Pati Suhud menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada para PKL tersebut, sebelum dibongkar paksa. Diharapkan, sebelum tindakan itu dilakukan, PKL sudah membongkar sendiri.

”Kami sudah mengirimkan surat peringatan terakhir kepada semua PKL, yang ini masih beroperasional di belakang SPBU. Apapun alasan mereka, tetap tidak dapat kami toleransi, jika sampai tanggal 10 Oktober masih ada kegiatan. Sebab lokasi itu peruntukkannya bukan untuk PKL,” katanya, kemarin.

Ia menyatakan, pihaknya sudah berkoodinasi DPU untuk meminjam alat berat. Alat itu akan digunakan untuk meratakan, serta menertibkan bangunan semi permanen bekas PKL, agar tidak disalahgunakan.

Terpisah, Sutinah salah satu PKL mengaku belum mendapatkan surat peringatan terakhir. Meski demikian menurut dia, pihaknya sudah berkemas-kemas dan bersiap untuk menutup warungnya.

”Sebagian besar (PKL) memang masih berjualan, sampai batas waktu yang ditentukan. Tapi, saya beserta suami sudah bongkar semua peralatan yang sekiranya berharga, agar masih bisa digunakan. Maklum dan lumayan, bisa buat tambah-tambah uang harian, sekaligus sosialisasi kepada pelanggan bahwa kami akan pindah ke rumah,” pungkasnya. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →