Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

2 Desa Raih Prestasi Bergengsi



Reporter:    /  @ 02:15:33  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Dua anggota tim penilai dari provinsi, sibuk menilai dua desa di Kabupaten Blora yang ikut lomba PHBS dan Posyandu. Setelah dilakukan penilaian, dua desa di kabupaten itu, layak maju ke tingkat provinsi. (KORAN MURIA)

BLORA – Belum lama ini, Kabupaten Blora kedatangan tim penilai lomba perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan lomba pos pelayanan terpadu (posyandu) tingkat Provinsi Jateng. Tim tersebut menyambangi Desa Keser di Kecamatan Tunjungan, yang merupakan wakil Kabupaten Blora dalam lomba PHBS. Desa selanjutnya yang didatangi adalah Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken mewakili lomba posyandu. 

Setelah dilakukan penilaian, kedua desa tersebut dinyatakan keluar sebagai pemenang. Desa Keser berhasil masuk enam besar penilaian lomba PHBS, dan Desa Singorejo, Kecamatan Jiken menjadi jawara lomba Posyandu tingkat provinsi. Keduanya akan bersaing diajang lomba PHBS dan Posyandu tingkat nasional.

”Ada banyak keunggulan di sana. Sehingga, mereka layak menang di kabupaten dan menjadi wakil Blora di provinsi,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Blora Umi Kulsum, kemarin.

Salah satu anggota tim penilai dari Provinsi, Sri Astuti menyatakan, pihaknya sebelum memutuskan kedua desa itu menjadi pemenang, melakukan survei dan penilaian di lapangan. Selain melihat secara langsung kondisi desa dan posyandunya, tim juga mewawancarai pengurus posyandu dan warga yang memanfaatkan layanan posyandu.

”Karena itu, kami terjun langsung ke desa yang dimaksud. Lomba ini merupakan salah satu lomba yang menjadi agenda nasional sejak tahun 2005. Kegiatan ini bertumpu pada kelompok masyarakat, dan salah satu unsur penting menumbuhkan indeks masyarakat,” ujar Sri Astuti.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Keser Sundari Suejono menyatakan, untuk mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat susah-susah gampang. Sehingga, harus sering dilakukan pendekatan dan sosialisasi. Bahkan, agar perilaku hidup bersih dan sehat tidak sekadar slogan, diterapkan sanksi denda. Salah satunya adalah larangan merokok, dan didenda Rp 10 ribu. 

”Pendekatan terhadap masyarakat ini dilakukan dengan cara sosialisasi. Jadi, semua tokoh masyarakat berperan memberikan sosialisasi kepada warga, dan mengajak hidup bersih dan sehat,” ujar Sundari.

Selain menggiatkan pengurus PKK Desa Keser, Sundari juga mengajak warga membudidayakan daun katuk untuk memperlancar produksi air susu ibu (ASI), arisan perbaikan rumah dan kelompok senam lansia. Bahkan, ada juga bank sampah untuk disulap menjadi kerajinan kreatif. ”Keberhasilan PHBS di Desa Keser, juga tak lepas dari dukungan dunia usaha menjadi donatur,” imbuhnya.  

Di tempat berbeda, Ketua Posyandu Ngudi Utomo I Desa Singorejo, Sartini, punya strategi dalam peningkatan pelayanan posyandu. Yaitu, kegiatan posyandu diintegrasikan dengan kegiatan pendidikan anak usia dini (PAUD). (Nur Hidayah / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →