Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Warga di Kabupaten Grobogan Kesulitan Peroleh Elpiji 3 Kg



Reporter:    /  @ 01:53:48  /  6 Oktober 2014

    Print       Email

Seorang pekerja menata elpiji ukuran 3 kilogram di sebuah agen elpiji. Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan kesulitan memperoleh elpiji ukuran 3 kilogram di tingkat pengecer. (ANTARA)

GROBOGAN – Sejumlah warga di Kabupaten Grobogan mulai kesulitan mendapatkan elpiji ukuran 3 kilogram. Untuk mengatasi kelangkaan elpiji bersubsidi, warga terpaksa memanfaatkan kayu bakar untuk memasak, sedangkan yang tidak mempunyai tungku dan kayu bakar terpaksa berburu elpiji hingga ke luar kecamatan. Kondisi itu terjadi sekitar awal September lalu atau sejak harga elpiji ukuran 12 kilogram naik.

Selain sulit mendapat elpiji bersubsidi, harga bahan bakar program konversi minyak tanah ke elpiji bersubsidi itu juga mengalami kenaikan antara Rp 1.000-Rp 3.000 per tabung. Sebelum September, harga elpiji 3 kilogram Rp 15 ribu- Rp 16 ribu per tabung, kini naik menjadi Rp 17 ribu-Rp 18 ribu per tabung.

Menurut salah seorang warga Purwodadi Setyoningsih(32), sejak awal September lalu warga kesulitan mencari elpiji melon. Tidak jarang pembeli terpaksa mencari elpiji ukuran 3 kilogram hingga ke luar daerah, meski harganya lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemkab.

”Elpiji melon di pengecer kadang ada kadang kosong. Padahal setiap hari warga membutuhkannya, sehingga meski harga elpiji sekarang Rp 17 ribu, tapi tetap membelinya,” ujarnya kemarin.

Untuk mengatasi sulitnya memperoleh bahan bakar bersubsidi tersebut, bagi warga yang  enggan mencari elpiji ke desa tetangga terpaksa memanfaatkan kayu bakar untuk memasak. Namun warga di daerah perkotaan yang tidak mempunyai tungku dan tidak ada kayu bakar, mau tidak mau harus membeli elpiji hingga ke desa atau kecamatan tetangga.

”Sekitar sebulan lalu harganya masih Rp 16 ribu per  tabung. Tetapi beberapa hari terakhir naik Rp 3 ribu atau menjadi Rp 18 ribu per tabung. Kami berharap pemerintah memperhatikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer, agar masyarakat kecil tidak kesulitan mencari elpiji,” harap Endah warga Wirosari.

Pengecer elpiji di Penawangan Tri mengatakan, setelah penetapan kenaikan harga elpiji 12 kilogram, agen pengurangi jatah elpiji bersubsidi di tingkat pengecer hingga 50 persen. Sebelumnya mendapat jatah 40 tabung per minggu, sekarang hanya mendapat 20 tabung. 

”Jatah pengecer sekarang dikurangi, sehingga tidak sedikit pembeli yang kelimpungan mencari elpiji bersubsidi. Apalagi harga elpiji ukuran 12 kilogram kini naik, sehingga banyak pelanggan yang semula menggunakan elpiji 12 kilogram, beralih memakai 3 kilogram,” terangnya. (Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →