Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Ombudsman Tanyakan Kasus Tower di Dawe



Reporter:    /  @ 02:45:59  /  4 Oktober 2014

    Print       Email

Tower di Desa Lau, Kecamatan Dawe, tinggal kerangka baja, kemarin. Ombudsman mempertanyakan keberadaan tower tersebut kepada KPPT.

KUDUS – Ketua Ombudsman Jateng Achmad Zaid menyatakan, pihaknya sedang mengurus  kasus tower yang terdapat di Desa Lau, Kecamatan Dawe. Menurutnya, warga di sekitar mengeluh karena tower yang dianggap mengganggu warga tidak kunjung terselesaikan oleh pemkab. Ombudsmen melayangkan surat ke Kantor Pusat Perizinan Terpadu (KPPT) Kudus untuk menanyakan  kebenaran kasus tersebut.

”Kami mendapatkan surat dari warga di Dawe, mereka mempersoalkan tower yang berada disana. Menurut surat yang saya baca dari warga, mereka mengeluh karena tower tersebut mengganggu, sehingga mereka menginginkan tower untuk dirobohkan,” kata Zaid, kepada Koran Muria, Jumat (3/10).

Menurutnya, setelah menerima surat tersebut, Ombudsman langsung mengirimkan surat ke pihak KPPT pada akhir September lalu. Sebab keresahan warga sudah memuncak setelah surat yang dilayangkan ke pemkab tidak juga menyelesaikan masalah.

Dia mengatakan, surat yang diberikan hanya untuk meminta penjelasan dari pihak KPPT mengenai keberadaan tower itu. Selain itu pihaknya juga akan meminta pemkab dalam hal ini KPPT untuk segera menyelesaikan kasus yang terlantung-lantung selama bertahun-tahun itu.

”Hingga sekarang kami belum mendapatkan balasan dari pihak KPPT. Dan kami masih menunggu balasan tentang hal tersebut. Selain itu, kami juga akan mendatangi ke KPPT untuk membantu menyelesaikan hal itu, sebab menurut keterangan warga, izin tower ada masalah yang tidak beres,” ujarnya.

Dia berharap, kasus tersebut segera tuntas. Sebab jika kasus itu terus berlanjut, pihaknya hawatir warga akan semakin melakukan hal di luar kontrol. Sehingga warga akan melakukan hal yang diluar dkendali.

Sementara itu, kepala KPPT Kudus Revlisianto Subekti tak menampik adanya surat diajukan oleh Ombudsman. Dia menjelaskan, tower tersebut memiliki izin HO. Sejumlah perlengkapan yang ada juga telah diturunkan, dan tidak lagi berfungsi. 

”Masalahnya tinggal perobohan tower. Memang hingga saat ini belum dilakukan. Jika dikatakan bermasalah memang iya, tetapi tower tersebut memiliki izin HO,” tuturnya. (Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →