Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Pengecer BBM Diperketat



Reporter:    /  @ 02:19:25  /  4 Oktober 2014

    Print       Email

Pembeli antre di SPBU di daerah Plangitan, Pati. Pemerintah mencabut larangan pembelian BBM menggunakan jeriken, dan akan memperketat jumlah pengecer. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Pemerintah mencabut keputusan pelarangan pembelian BBM bersubsidi di SPBU menggunakan jeriken. Hanya saja, masyarakat tak langsung bisa membeli BBM secara bebas menggunakan jeriken.

SPBU hanya akan melayani pengecer bensin/solar, yang mempunyai surat rekomendasi resmi dari instansi terkait. Selain itu, jumlah pembelian BBM bersubsidi untuk pengecer juga dibatasi.

Keputusan ini berdasarkan rapat koordinasi yang digelar Bagian Perekonomian Setda Pati, Dinas ESDM Provinsi Jateng, Pertamina dan perwakilan SPBU, Kamis (2/10). Suwardi, Kasubag Industri Perdagangan Koperasi dan UMKM pada Bagian Perekonomian Setda Pati menyatakan, keputusan itu diambil untuk meminimalisasi gejolak.

Terlebih menurut dia, jumlah SPBU yang ada di Pati, belum mampu menyebar hingga ke berbagai wilayah di kabupaten ini. 

”Saat ini memang ada sekitar 23 SPBU di Pati. Hanya saja jumlah itu belum merata di seluruh kecamatan. Jadi masih ada kecamatan yang belum memiliki SPBU. Hal itu membuat warga akan kesulitan, jika pengecer tidak berjualan di daerah tersebut,” katanya, Jumat (3/10).

Ia menyatakan, dengan keputusan itu pihaknya akan menata dan menertibkan pengecer yang ada. Menurut dia, setiap pengecer BBM bersubsidi wajib memiliki surat rekomendasi dari kepala desa/kelurahan, yang disahkan camat atau SKPD yang menaungi.

”Jumlah BBM bersubsidi yang bisa dibeli pengecer juga dibatasi. Yakni maksimal 35 liter per hari, untuk tiap pengecer,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan, penerbitan surat rekomenasi untuk pengecer akan diperketat. Tidak itu saja, di dalam surat rekomendasi yang diberikan juga akan dicantumkan nama SPBUnya. Dengan begitu, maka  pengecer hanya dapat membeli di satu SPBU, dan tidak dapat memborong dari sejumlah SPBU.

”Kami tidak berharap ada banyak pengecer tiban, yang sengaja ingin memanfaatkan peluang pembatasan BBM ini. Dengan kebijkan ini juga, kami harapkan dapat mengendalikan harga eceran,” tukasnya. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →