Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Penataan Alun-alun Terancam Molor



Reporter:    /  @ 02:18:15  /  4 Oktober 2014

    Print       Email

REMBANG – Penyelesaian penataan kawasan Alun-alun Kabupaten Rembang terancam molor dari target waktu yang telah ditetapkan. Kontrak penataan alun-alun dilakukan pada 19 Agustus lalu, hingga kini baru terlaksana 20 persen, padahal semestinya telah mencapai 30 persen. 

”Kami tetap yakin deadline penyelesaian pada 18 Desember mendatang bisa selesai tepat waktu. Sebab bulan ini pemasangan keramik mencapai sekitar 5.000 meter persegi. Semua dari pabrik, jadi butuh waktu,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen Proyek (PPK) Penataan Alun-alun Rembang Sigit Widyaksono, Jumat (3/10).

Menurut dia, pada awal penataan tahap kedua, progresnya lambat. Kondisi tersebut telah dibicarakan langsung dengan kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selaku kuasa pengguna anggaran. Namun pihaknya yakin proyek senilai Rp3,5 miliar itu tidak akan molor dari waktu yang telah ditetapkan. 

”Finishing penataan alun-alun dikerjakan PT Anggaza Widya Ridha Mulia dari Surabaya. 

Kami telah berkoordinasi secara berkelanjutan dengan Pak Yoko selaku Kepala DPU Rembang. Kami memahami jika pada tahap awal-awal ini, progresnya memang cukup lambat. Sebab ada beberapa barang pabrikan yang pengirimannya membutuhkan waktu lebih lama karena dalam jumlah besar,” terangnya.

Sigit menyebutkan, dalam waktu dekat pelaksanaan pembangunan memasuki pengecatan sarana mandi cuci kakus. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan penyempurnaan selter pedagang kaki lima (PKL). Sementara pekerjaan di bagian inti alun-alun, terus berjalan. 

Ia menambahkan, sempat muncul masalah pada pekerjaan pemasangan empat titik lampu besar penerangan alun. Pasalnya, lubang pancang tak bisa digali dalam karena baru dangkal digali, sudah keluar air tanah permukaan. (Ahmad Feri/Sumarni)

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →