Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Petani di Kabupaten Blora Beli BBM Pakai Rekomendasi



Reporter:    /  @ 02:11:46  /  4 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Para petani di Kabupaten Blora yang akan membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), harus membawa surat rekomendasi dari kepala desa setempat. Hal itu dimaksudnkan, agar tidak ada upaya penyelewengan BBM bersubsidi yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Salah satu penanggungjawa SPBU di Kecamatan Cepu, Sutrisno mengatakan, kebijakan tersebut diambil sesuai dengan surat edaran dari Pertamina. Yakni, adanya larangan memperjualbelikan BBM bersubsidi selain dari petugas Pertamina. Namun, khusus untuk petani diperbolehkan membeli BBM bersusidi, asal membawa rekomendasi dari kepala desa masing-masing.

”Kami tidak mengizinkan pengecer, membeli BBM bersubsidi sesuai perintah dari pusat. Tapi tidak berlaku bagi petani yang  butuh BBM bersubsidi untuk kepentingan pertanian. Itu bisa dilihat dari rekomendasi yang ditandatangani pihak perangkat desa dengan mengetahui kecamatan setempat,” kata Sutrisno, kemarin.

Hanya saja, tambah Sutrino, petani hanya boleh membeli BBM bersubsidi sebanyak 20 liter setiap harinya. Hal itu dilakukan, untuk menghindari adanya penimbunan BBM bersubsidi.

Sementara itu, para petani di Kecamatan Kedungtuban mengharapkan ada SPBU khusus yang melayani para petani. Sehingga, petani tidak dipusingkan dengan aturan yang memberatkan mereka dalam mengelola lahan pertaniannya.

Ketua Gapoktan Kecamatan Kedungtuban, Prastiyo menyatakan, sudah seharusnya pemkab memberikan izin dan menyetujui pembangunan SPBU khusus petani di wilayahnya. Dengan kehadiran SPBU khusus pertanian, maka akan sangat membantu petani yang tidak mampu menggunakan tenaga listrik dalam pengairan sawah. 

”Kedungtuban seharusnya mendapat perhatian dari pemkab. Sebab, daerah merupakan wilayah pertanian terbesar di Blora,” ujarnya.

Prasetiyo menambahkan, para petani dengan didukung pemerintah desa dan kecamatan siap membantu, jika usulan tersebut direalisasikan. Para petani akan menyediakan lahan, untuk didirikan SPBU khusus pertanian di wilayahnya. 

”Bukan saja untuk pengairan, tapi juga menjalankan traktor. Kalau di SPBU biasanya, harus antre dengan aturan yang ada dan menyulitkan petani,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kedungtuban Suparman menambahkan, pihaknya mendukung usulan yang disampaikan Gapoktan Kecamatan Kedungtuban. ”Itu usulan yang bagus, dan perlu didukung,” ucapnya.

Diketahui, di Kecamatan Kedungtuban terdapat 799 unit sumur diesel yang difungsikan untuk mengairi lahan pertanian. Dinas Pertanian setempat mengeluarkan kartu khusus, yang dibagikan kepada petani dalam mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →