Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

PERSIKABA 0-1 PERSEKAP : Persikaba Blora Gagal ke Final



Reporter:    /  @ 01:26:47  /  4 Oktober 2014

    Print       Email

Pemain Persikaba berupaya mengontrol bola kala melakoni laga final Liga Nusantara Jateng melawan Persekap Kabupaten Pekalongan. (KORAN MURIA)

BLORA – Persikaba Blora akhirnya tumbang kala meladeni Persekap Pekalongan dalam laga final Liga Nusantara Jateng, 0-1, Jumat (3/10). Laga yang digelar di Stadion Citarum Semarang itu menjadi ajang  pembuktian klub mana yang terbaik Liga Nusantara Jateng. 

Dengan kemenangannya, Persekap akan menjadi wakil Jateng di zona Jawa. ”Kami kalah. siap. Para pemain sudah maksimal dalam laga ini,’’ ujar Agus Puryanto, Manajer Teknik sekaligus Pelatih Persikaba kemarin (3/10).

Dia menyatakan, sebenarnya Persikaba kuat. Karena sampai babak kedua berakhir, tidak satupun gol tercipta. Gol baru tercetak di masa perpanjangan waktu di menit 110. 

Kekalahan diakibatkan berkurangnya pemain. Karena pada babak kedua, wasit memberikan kartu merah kepada pemain atas nama Dian Kristanto. ”Berkurangnya pemain sangat berpengaruh bagi skuad Persikaba,” ujar Agus.

Padahal, penampilan anak asuhnya tidak kalah dengan Persekap. Apalagi pemainnya juga percaya diri setiap kali bermain di Stadion Citarum. Stadion itu sudah tidak asing lagi bagi Persikaba. Sebab, mereka telah tiga kali bermain di stadion itu. Bahkan, Laskar Arya Penangsanga, julukan Persikaba sebelumnya belum sekalipun kalah saat bermain di Citarum.

Agus sebelumnya telah memberikan instruksi khusus pada para pemainnya agar bisa meredam permainan Persekap. 

”Kami telah optimalkan gelandang dan sayap untuk memberikan tekanan pada lawan. Sektor itu  mampu bergerak lincah. Sehingga suplai-suplai  bolanya ke depan lancar,’’ tambah Agus.

Pria asal Ngawen ini menambahkan, dengan hidupnya gelandang membuat penguasaan bola dan pola permainan bisa dikendalikan. 

Klub kebanggaan warga Blora itu juga telah bisa mendikte lawan sepanjang permainan. Karenanya, para gelandang dan pemain sayap sukses menjalankan tugas tersebut.

Dalam laga ini, semua pemain dalam kondisi fit. Hanya, ada dua pemain yang tidak bisa diturunkan, yakni kapten tim Andri Mulyono Jati dan geladang Katno karena akumulasi kartu. 

Andri, selama ini menjadi palang yang tangguh di pertahanan Persikaba. Para pemain Persikaba, lanjutnya, juga telah bermain lebih sabar. Karena salah satu hasil evaluasi pertandingan yang didapat, para pemain masih sering tergesa-gesa di lapangan. Akibatnya, pemain menjadi tidak cermat, dan tak jarang membuang peluang. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →