Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Dana Korupsi Tamzil Mengalir ke Dewan?



Reporter:    /  @ 03:53:35  /  3 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi bantuan dana alokasi khusus (DAK) sarana prasarana pendidikan 2004 senilai Rp 2,8 miliar, diduga tidak hanya dinikmati para tersangka dalam kasus tersebut semata. Ada dugaan dana itu juga mengalir ke anggota DPRD Kudus periode 1999-2004 lalu.

Aliran dana dari proyek senilai Rp 21,9 miliar itu, diduga mengalir ke kantong para anggota dewan periode tersebut, kala dilakukannya pemilihan bupati (pilbup) lewat lembaga tersebut. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2003 lalu, diadakan pemilihan bupati yang mekanismenya adalah melalui pemilihan di lembaga legislatif. Atau pemilihan lewat DPRD, belum pemilihan secara langsung.

Pada tahun 2003 lalu, memang dilakukan pemilihan bupati dan wakil bupati. Saat itu, Tamzil mencalonkan diri calon bupati berpasangan dengan Hj Noor Hani’ah. Selain pasangan ini, tercatat ada nama pasangan lain yang juga ikut mencalonkan diri. Yakni H Musthofa (bupati Kudus saat ini, red), yang berpasangan dengan H Asyrofi Masyitho. 

Pasangan Tamzil-Hani’ah berhasil memenangkan pertarungan tersebut. Dari 45 anggota dewan kala itu, sebanyak 26 suara berhasil memenangkan pasangan tersebut. Sedangkan pasangan Musthofa-Asyrofi hanya meraih meraih 19 suara, dalam pemilihan yang diadakan 11 Juni 2013 lalu itu. 

Saat itu, posisi Tamzil sendiri masihlah seorang wakil bupati Semarang. Namun, pria yang juga pernah menjabat sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kudus tersebut, kemudian ”pulang” kembali ke Kudus untuk mencalonkan diri sebagai bupati, dan berhasil melakukannya.

Nah, diduga ”biaya” untuk memenangkannya menduduki kursi pertama di Kota Kretek ini, salah satunya didanai oleh dana sarpras bantuan pendidikan dari Pemerintah Pusat tersebut. Bahkan disebut-sebut, setiap orang anggota dewan kala itu, yang tentu saja mendukung Tamzil, mendapatkan masing-masing Rp 250 juta.

Kunarto, saksi pelapor dalam kasus ini, tidak menampik adanya dugaan yang menyebutkan bahwa kerugian negara akibat kasus ini dipergunakan Tamzil untuk membiayai hajat politiknya. ”Bisa saja begitu. Karena hal itu sangat mungkin terjadi, mengingat memang tidak sedikit biaya yang juga harus dikeluarkan untuk bisa memenangkan pemilihan (bupati) tersebut,” paparnya yang ditemui Koran Muria, kemarin (2/10).

Bahkan, Kunarto menantang Tamzil untuk blak-blakan mengenai aliran dana dari kasus tersebut. Termasuk kepada siapa saja sebenarnya sebenarnya dana itu dipergunakan. ”Saya memang berharapnya begitu. Saya berharap Pak Tamzil bisa buka mulut mengenai kemana saja aliran dananya itu diberikan. Kalau memang ada keberanian bagi Pak Tamzil untuk melakukannya. Tapi kalau menurut saya, blak-blakan sajalah. Itu lebih mudah, kok,” terangnya.

Sebagaimana diketahui bahwa mantan Bupati Kudus HM Tamzil saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane, terkait dengan kasus dugaan korupsi dana sarpras pendidikan tahun 2004 lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan kejaksaan, Tamzil diduga telah menunjuk langsung rekanan yang akan menangani kasus ini. Padahal, dengan nilai proyek Rp 21,9 miliar, harusnya proyek tersebut dilakukan dengan cara dilelang.

Bersama dengan Tamzil, turut ditahan pula mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kudus Ruslin dan Direktur CV Gani and Son Abdul Gani, selaku kontraktor yang ditunjuk untuk pengadaan sarpras tersebut.

Kunarto mengatakan, memang akan sangat sulit mengetahui apakah benar kemudian dana dari sarpras itu digunakan Tamzil untuk kepentingannya menjadi bupati periode 2003-2008. Hanya saja, jika kemudian Tamzil berani berbicara dengan blak-blakan di depan persidangan, maka akan diketahui kemana saja aliran dana itu kemudian berlabuh.

”Makanya, saya berharapnya Pak Tamzil bisa bilang apa adanya saat di pengadilan. Kemana dan untuk apa sebenarnya dana tersebut dipergunakan. Supaya semua bisa jelas apa adanya,” harapnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →