Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Pengadaan Tablet untuk Anggota DPRD Rembang Telan Rp 360 Juta



Reporter:    /  @ 03:02:15  /  3 Oktober 2014

    Print       Email

REMBANG – Alokasi anggaran untuk pengadaan perkakas tekbologi jenis tablet untuk anggota DPRD Rembang, menyedot anggaran sekitar Rp 360 juta. Pengadaan gadget untuk 45 wakil rakyat periode lima tahun ke depan itu, berlaku sistem pinjam pakai atau wajib dikembalikan ketika mereka tak lagi menjadi legislator. Sampai saat ini pengadaan tab ini belum masuk pada tahap pelelangan di unit layanan pengadaan barang/jasa.

”Anggaran per satu unit tablet mencapai R p8 juta, dan hanya diberikan untuk 45 orang anggota dewan. Tidak ada pengadaan untuk staf di sekretariat DPRD, karena sudah ada komputer yang bisa dipakai,” ujar Sekretaris DPRD Kabupaten Rembang Achmad Mualif, Kamis (2/10).

Ia menjelaskan, pengadaan tablet juga dalam rangka mendorong anggota DPRD agar melek teknologi. Bahkan telah dibuat aturan, pemenang lelang nanti, wajib melakukan pelatihan

kepada setiap anggota dewan mengenai penggunaan surat elektronik atau e-mail.

”Saat ini kami baru melakukan survei tablet agar bisa didapat perangkat yang spesifikasinya jelas. Kami tidak mau tersesat oleh replika dan barang dari black market,” kata Muallif

Dia menyebutkan, jika tablet tersebut rusak atau hilang, anggota DPRD wajib mengganti sesuai ketentuan masa pemakaian dan bisa diganti dengan memakai dana pengabdian anggota DPRD. Pengadaan tablet tersebut, diharapkan bisa kelar pada Oktober ini. 

“Semangatnya adalah untuk efesiensi dan efektifitas pengiriman agenda rapat kepada setiap anggota dewan. Selain itu juga untuk efisiensi waktu, menghemat tempat dan biaya. Penyampaian surat undangan kepada anggota DPRD juga bisa dilakukan cepat meski keberadaan mereka

tersebar,” papar Achmad Muallif.

Menurutnya, biaya distribusi untuk satu item surat dan satu orang kurir mencapai Rp 500.000. Padahal, untuk satu tema surat butuh dua orang kurir yang dibagi untuk wilayah barat dan timur. Belum lagi dengan jumlah rapat kedewanan yang bisa mencapai puluhan kali dalam setahun. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →