Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

PERSIKABA vs PERSEKAP : Wajib Membara di Final



Reporter:    /  @ 02:18:57  /  3 Oktober 2014

    Print       Email

Pemain sayap Persikaba Dian Kristanto (kanan) mendapatkan tanggung jawab untuk berperan bagus kala melakoni laga final Liga Nusantara Jateng melawan Persekap Kabupaten Pekalongan. (KORAN MURIA)

BLORA – Persikaba wajin membara kala meladeni Persekap Pekalongan dalam laga final Liga Nusantara Jateng sore ini. Laga yang digelar di Stadion Citarum Semarang itu akan menjadi ajang  pembuktikan klub mana yang terbaik Liga Nusantara Jateng. 

Sebab, yang menang di laga ini akan menjadi wakil Jateng di zona Jawa. ”Kami siap. Para pemain sudah siap mental dan fisik untuk laga ini,’’ ujar Agus Puryanto, Manajer Teknik sekaligus Pelatih Persikaba kemarin (2/10).

Persikaba berangkat Kamis (2/10) malam ke Semarang. Tujuannya, agar pemain bisa beristirahat sebelum menjajal lapangan pada keesokan harinya. Diharapkan, pemain bisa melakukan laga secara maksimal.

Stadion itu sudah tidak asing lagi bagi Persikaba. Sebab, mereka telah dua kali bermain di stadion itu. Bahkan, Laskar Arya Penangsanga, julukan Persikaba belum sekalipun kalah saat bermain di Citarum. Di latihan terakhir sebelum final kemarin, Agus memberikan instruksi khusus pada para pemainnya agar bisa meredam permainan Persekap. 

”Kami akan optimalkan gelandang dan sayap untuk memberikan tekanan pada lawan. Sektor itu harus mampu bergerak lincah. Sehingga suplai-suplai  bolanya ke depan lancar,’’ tambah Agus.

Pria asal Ngawen ini menambahkan, dengan hidupnya gelandang, maka penguasaan bola dan pola permainan bisa dikendalikan oleh Persikaba. 

Klub kebanggaan warga Blora itu juga harus bisa mendikte lawan sepanjang permainan. Karenanya, para gelandang dan pemain sayap harus siap menjalankan tugas tersebut.

Dalam laga ini, Agus mengaku agak lega karena semua pemain dalam kondisi fit. Hanya, ada dua pemain yang tidak bisa diturunkan, yakni kapten tim Andri Mulyono Jati dan geladang Katno karena akumulasi kartu. 

Andri, selama ini menjadi palang yang tangguh di pertahanan Persikaba. ”Selain dua pemain itu, semua dalam kondisi siap tempur. Untuk mengisi posisi dua pemain itu, kami sudah siapkan penggantinya,’’ kata dia.

Para pemain Persikaba, lanjutnya, juga diminta bermain lebih sabar. Karena salah satu hasil evaluasi pertandingan yang didapat, para pemain masih sering tergesa-gesa di lapangan. Akibatnya, pemain menjadi tidak cermat, dan tak jarang membuang peluang. 

Bermain sabar, tenang dan cermat, menurut dia,  menjadi kunci untuk meraih kemenangan. ”Kami bisa meredam permainan Persekap dengan bermain sabar. Saya sudah sampaikan itu ke pemain,’’ tandasnya. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →