Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Perlu Kreativitas Selamatkan Kretek



Reporter:    /  @ 01:58:41  /  3 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Salah satu ”perlawanan” terhadap kebijakan pemerintah terkait dengan rokok di Indonesia, adalah dengan makin gencar mengkampanyekan bahwa kretek adalah budaya Indonesia. Namun diperlukan kreativitas yang bagus untuk mewujudkan hal ini.

Hal itulah yang tergambar dari diskusi terkait kretek, yang diadakan Komunitas Kretek Indonesia dan pengelola akun Twitter Komunitas Kretek Indonesia, di Djarum Oasis, Rabu (1/10) malama kemarin. Dalam diskusi itu, hadir pemerhati masalah rokok Em Najib Hasan dan seniman asal Jogja Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang akrab dikenal sebagai Noe Letto.

Najib mengatakan, rokok kretek itu adalah produk kreatif bangsa Indonesia. ”Tapi belakangan kreativitas ini kemudian dilawan oleh serangkaian kebijakan yang justru tidak memihak kepada perkembangan industri kreatif itu sendiri. Maka dari itu, melawannya juga harus dengan sesuatu yang kreatif. Dan itu membutuhkan orang-orang kreatif,” jelasnya.

Pasalnya, dengan kreativitas itu, maka akan bisa menjawab tantangan dari upaya pelemahan industri rokok itu sendiri. Pemerintah, menurut Najib, juga benar-benar harus direvolusi mentalnya, karena bagaimanapun negara mendapatkan keuntungan dari industri ini. ”Jangan sampai dong, gelem duite emoh rokoke (mau uangnya tapi tidak mau rokoknya, red). Makanya, harus kita lawan semua itu dengan kreativitas,” tegasnya.

Noe Letto juga mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan jika merokok itu adalah sebuah tradisi. Dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, termasuk dalam pelestarian budaya, rokok selalu hadir menemani. ”Coba perhatikan saat tradisi-tradisi budaya masyarakat itu digelar. Hampir semuanya melibatkan rokok di dalamnya. Lantas, kenapa ini harus dibasmi. Apalagi kemudian melalui aturan-aturan yang semakin tidak memihak perkembangan industri ini,” paparnya.

Dikatakan Noe, kampanye kreatif bisa dilakukan melalui berbagai media. Termasuk dalam membangun sebuah isu atau opini. Membangun sebuah opini, jika dulu dilakukan melalui media massa, sekarang bisa dilakukan melalui media sosial. ”Dan itu dampaknya juga luar biasa. Karena itu, bagi Anda-Anda yang masih peduli terhadap kelangsungan rokok kretek di Indonesia, ayo jadikan media sosial sebagai tempat kita mengkampanyekan bahwa kretek itu adalah warisan budaya Indonesia yang harus tetap dijaga,” ajaknya.

Di sisi lain, Direktur Produksi Djarum Thomas Budi Santoso mengatakan, pihaknya menyadari bagaimana pangsa pasar di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia. ”Karena itu banyak dilirik oleh pangsa pasar asing. Kemudian dibuatlah berbagai macam aturan yang kemudian memberatkan industri rokok di Indonesia,” katanya.

Thomas mengatakan, upaya mengkampanyekan kretek sebagai warisan budaya ini, memang sudah dilakukan sejak lama. Termasuk kepada pemerintah pusat. Meski ada beberapa hal yang belum bisa dimasuki karena terbentur aturan, namun upaya ini tidak akan berhenti. ”Harapan kami, kretek akan bisa seperti batik. Diakui secara dunia sebagai warisan budaya Indonesia. Dan kita sejauh ini masih terus berupaya untuk mewujudkannya. Dan itu butuh bantuan banyak pihak, termasuk pemerintah yang pro kepada industri ini sendiri,” imbuhnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →