Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Polisi Masih Cari Jejak Anang



Reporter:    /  @ 01:44:27  /  3 Oktober 2014

    Print       Email

BLORA – Kapolres Blora AKBP Mujiyono melalui Kanit II Satreskrim Ipda Heri Dwi Utomo mengatakan pihaknya tetap serius, di dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen honorer kategori dua (K2). Pihaknya mengakui butuh waktu untuk menyelesaikan kasus itu, mengingat banyak kasus yang harus ditangani jajaran Polres Blora. Untuk saat ini, polres masih mencari jejak Anang Dwita, yang dikabarkan menghilang dari Blora.

”Kami sudah menelusuri jejak Anang Dwita sampai keluar Blora. Misalnya di Yogyakarta dan Semarang. Sebab, Anang diketahui kelahiran Semarang dan seorang pemain sepakbola,” kata Ipda Heri, kemarin.

Menurut Ipda Heri, penelusuran jejak itu dilakukan, untuk memastikan keberadaan Anang saat ini. Sebab, pada tahun-tahun dia disebutkan menjadi honorer K2 di Blora berdasarkan surat keputusan (SK) dan surat perjanjian kerja yang dia miliki, disinyalir palsu.

”Sampai sekarang masih dalam penyelidikan. Kami tetap akan tangani,” jelasnya. 

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (Amak) mempertanyakan penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen, yang dilakukan honorer K2 yang ditangani Polres Blora. Sebab, sudah enam bulan sejak kasus itu dilaporkan belum ada perkembangan berarti.

Juru bicara Amak Bagong Suwarsono mengatakan dari sekian banyak honorer yang diduga memalsukan dokumen honorer K2, hanya dikerucutkan menjadi satu honorer. Yakni, atas nama Anang Dwita Dina Mutiara. 

Menurut Bagong, pihaknya telah melayangkan surat ke penyidik Polres Blora. Isinya, menanyakan tentang keseriusan polisi dalam mengusut kasus yang menjadi perhatian publik tersebut. Surat serupa juga dikirim ke Mabes Polri, Kompolnas, Polda Jateng, DPRD Blora dan pihak lain yang dipandang perlu diberi tembusan. 

Sebagai bukti, lanjut Bagong, Anang Dwita tidak berani tidak ikut pemberkasan sebagai honorer K2. Padahal, dia sudah dinyatakan lolos ujian pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). 

”Itu membuktikan, kalau SK honorernya palsu. Kabarnya, sekarang dia menghilang dari Blora,” jelas Bagong. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →