Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Pemkab Jepara dan BPN Kalah di PTUN



Reporter:    /  @ 02:19:29  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

Para pemain klub lokal Jepara memasuki Stadion Kamal Junaidi. Setelah Persijap pindah kandang ke Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamal Junaidi lebih sering digunakan untuk pembinaan sepak bola usia muda. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Kepemilikan Stadion Kamal Junaidi menemui babak baru. Stadion yang selama ini dikelola Pemkab Jepara, dalam waktu dekat akan berpindah tangan. Menyusul kekalahan Pemkab Jepara dalam sidang gugatan kepemilikan lahan Stadion Kamal Junaidi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

PTUN memenangkan pihak penggugat yakni Arimurti yang merupakan cucu dari Artoredjo, lurah pertama di Desa Demaan, Kecamatan Jepara. Dalam sidang ini pihak tergugat meliputi Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan Pemkab Jepara. Sidang gugatan ini berakhir pada persidangan ke-17, pekan lalu. ”Dalam proses persidangan terakhir, sudah mengambil putusan dan yang menang adalah pihak penggugat,” kata Junaidi, Asisten I Setda Jepara kepada Koran Muria, Rabu (1/10) kemarin.

Setelah mengetahui putusan dari PTUN tersebut, Pemkab Jepara akan melakukan upaya banding. Meski demikian, rencana tersebut belum bisa disampaikan secara terperinci.  Lantaran, sampai kemarin pihaknya belum menerima salinan putusan dari pengadilan.

”Kami tetap akan berupaya agar ada solusi yang lebih baik. Sebab, bagaimanapun juga Stadion Kamal Junaidi itu sangat penting bagi Jepara dan memiliki nilai sejarah dalam perjalanan sepak bola Kota Ukir,” ungkapnya.

Dia mengemukakan, Pemkab Jepara sebetulnya bukan sebagai tergugat secara langsung. Sebab, gugatan lebih ditujukan ke BPN. Namun, pemkab yang merasa memiliki kepentingan, lantaran selama ini pengelolaan dan perawatan stadion dilakukan Pemkab Jepara. Sehingga, Pemkab Jepara yang dalam hal ini ikut terlibat, akan memperjuangkan keberadaan stadion tersebut.

”Kami berharap, dalam proses banding nanti, akan ada perubahan putusan. Kita juga harus menghormati proses hukum,” katanya.

Mantan lurah Demaan periode 1990-1994 Umar Said yang dalam persidangan bertindak sebagai saksi penggugat menjelaskan, penggugat yakni Arimurti saja merupakan cucu tertua keturunan Artoredjo. ”Dulu, tanah milik Pemprov Jateng di sebelah selatan Stadion Kamal Junaidi ini juga digugat keluarga mereka dan berhasil. Kepemilikannya dikembalikan ke keluarganya. Sekarang mereka berusaha meminta lahan Stadion Kamal Junaidi,” ujar Umar Said. (Wahyu KZ / Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →