Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Ganjar Dukung Rokok Kretek



Reporter:    /  @ 02:17:26  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

Gubernur Ganjar Pranowo (kiri) menerima cindramata dari pengurus PPRK, kemarin. Ganjar mengaku terus berjuang membantu pengusaha rokok kretek. (KOMA / Faisol Hadi)

KUDUS – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan masih terus memperjuangkan kondisi pengusaha rokok kretek. Namun menurutnya, agar usaha rokok kretek tetap mendapat tempat, mesemua aspek masyarakat harus bersatu.

”Untuk dapat memperjuangkan nasib rokok kretek, seharunya semuanya menyusun langkah yang tepat. Semuanya harus bersatu, mulai dari hulu sampai dengan hilirnya. Sebab jika semuanya tidak bersatu, akan sulit untuk meneruskan perjuangan ini,” kata Ganjar usai bertemu dengan anggota Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK), Rabu (1/10).

Dia menjelaskan, aspek yang dimaksud meliputi semua turunan usaha rokok kretek. Terdiri dari pengusaha rokok kretek, para buruh rokok yang meliputi pemasaran, produksi beserta para petani temabaku dan cengkeh. Sehingga pemerintah pusat juga mengerti kondisi yang berada di masyarakat.

”Dengan demikian, semua aspek masyarakat kretek akan bisa terayomi. Petani tidak ada keluhan harga tembakau anjlok, dan pengusaha juga tetap jalan. Selain itu, swasembada tembakau bisa terwujud. Sebab selama ini tembakau juga masih impor,” tuturnya.

Menurut Ganjar, jik mau melawan tekanan terhadap industri rokok kretek, harus dengan cara yang tepat. Jika selama ini pengusaha rokok kretek diterpa isu rokok kretek lebih berbahaya dari pada rokok putih, pengusaha rokok kretek harusnya menyusun survei yang menjelaskan rokok putih lebih berbahaya dari pada rokok kretek.

”Tadi kan ada yang menyangkal, kalau rokok kretek itu lebih berbahaya dari pada rokok putih. Jika itu benar, sebaiknya itu yang dimunculkan,” ujar politisi PDIP itu.

Dia mengaku orang yang suka melawan. Namun perlawanan yang dilakukan tidak hanya asal. Perlawanan harus dilakukan secara rapi. Sehingga para pesaing akan berpikir banyak langkah, sebelum menekan lebih jauh pengusaha rokok kretek dan turunannya.

Ganjar menambahkan, rokok kretek yang asli Indonesia diharapkan tetap ada, dan masih tetap bersaing dengan produk lainnya. Sebab jika rokok kretek hilang, ratusan ribu pelaku industri rokok tersebut akan menganggur, dan akibatnya akan lebih parah.

”Merokok itu untuk orang sudah gede. Jika mereka tahu risikonya namun tetap merokok ya biarkan saja. Yang lebih penting bagaimana tetap menampung warga yang jumlahnya lebih dari 100 ribu tetap bekerja,” katanya. (Faisol Hadi /  Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →