Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Jembatan Dewan Rp 600 Juta



Reporter:    /  @ 02:15:18  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

Sebuah alat berat mengeruk sisi jembatan di Jalan R Agil Kusumadya, Kudus, kemarin. Jembatan tersebut dilebarkan untuk lalu lintas kendaraan anggota dewan. (KOMA / Solchul Huda)

KUDUS – Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kudus saat ini tengah mengerjakan pelebaran jembatan di jalan R Agil Kusumadya Kudus. Untuk pelebaran jembatan tersebut dinas tersebut mengucurkan dana Rp 600 juta. Jembatan tersebut merupakan akses penting anggota DPRD Kudus untuk masuk ke gedung dewan.

Ahmad Fathoni, pelaksana teknis pelebaran jembatan mengtakan, dana tersebut untuk pembelian beton komposit dan pemasangan batu kali. Pembelian dan pemasangan meterial itu memerlukan dana yang tidak sedikit. 

”Material yang kami pilih memiliki kualitas tinggi. Jadi jembatannya nanti tidak mudah rusak,” ujar Fathoni kepada Koran Muria, Rabu (1/10). 

Jembatan lama, katanya, dinilai terlalu sempit. Sehingga sulit untuk digunakan untuk berpapasan kendaraan roda empat. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan penting menuju gedung DPRD. Seringkali jalan tersebut membuat macet jika ada kendaraan roda empat yang tengah berpapasan.

Menurutnya, pelebaran jembatan tersebut dilakukan mengingat banyaknya mobil anggota dewan yang berlalu lalang melalui jembatan itu. Jembatan lama memiliki lebar 4 meter, akan diperlebar hingga dua kali lipat menjadi 8 meter. ”Dengan adanya pelebaran iini, lalu lintas kendaraan, khususnya mobil, tidak akan terganggu lagi,” katanya.

Pelaksanaan proyek tersebut, katanya, sudah dimulai sejak hari Senin (29/9) lalu. Kini pelebaran masih dalam proses pengerukan. Dinas Bina Marga, menurutya, menggunkan alat berat eskavator. Dengan alat berat tersebut diharapkan pengerukan bisa cepat selesai. Diharapkan pengerukan selesai dalam waktu satu minggu.

Fathoni menambahkan, penyelesaian pelebaran jembatan ditargetkan bisa selesai dalam waktu dua bulan kedepan. Cuaca menjadi pertimbangan terbesar dalam penentuan target. Sehingga sebelum musim hujan nanti pengerjaan bisa rampung 100 persen.

”Proyek ini ditargetkan selesai akhir November. Sehingga jika tiba-tiba musim hujan datang, kami tidak lagi khawatir,” tuturnya. (Solichul Huda / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →