Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Puskesmas Jekulo Menjadi Rumah Sakit



Reporter:    /  @ 02:12:27  /  2 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Puskesmas Jekulo yang berada di jalan raya Kudus Pati merupakan puskesmas yang dijadikan percontohan di kawasan pantura timur, bahkan tingkat nasional. Sejak Juli lalu, puskesmas ini sedang dikaji untuk menjadi rumah sakit.

Kepala Puskesmas Jekulo Emy Ruyanah mengatakan, kajian tersebut dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dengan beberapa pertimbangan. Dilakukannya kajian ini, mengingat fasilitas kesehatan yang di sediakan Puskesmas Jekulo lebih lengkap dibanding puskesmas lain di Kudus.

”Berbeda dengan puskesmas lain yang hanya menyediakan dokter umum, di sini pernah disediakan pelayanan dokter specialis penyakit dalam dan anak. Namun beberapa waktu terakhir keberadaan dokter spesialis sudah ditarik oleh DKK Kudus,” ungkapnya kepada Koran Muria, kemarin.

Emy mengaku tak mengetahui pasti alasan dilakukan penarikan tersebut. Padahal keberadaan dokter spesialis di sana sangat penting. Ia menambahkan, seringkali kedua dokter tersebut melayani konsultasi. 

”Saya rasa penarikan tersebut tidak disebabkan sepinya pasien, namun memang kebutuhan dokter spesialis tak hanya di puskesmas ini. Ada kemungkinan DKK menugaskan kedua dokter di rumah sakit yang lebih membutuhkan jasa mereka,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, Puskesmas Jekulo membawahi enam desa. Yakni kalaling, Terban, Gondoarum, Sidomulyo, Bulung Kulon dan Pladen. Dari enam desa tersebut puskesmas memberikan pelayanan kesehatan bagi 43.428 penduduk. 

”Sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan selain ramah kepada pasien, kami mengedepankan sistem clean and green,” terangnya.

Dengan pelayanan tersebut, kata Emy, Puskesmas Jekulo beberapa kali mendapat kunjungan dari Kementerian Kesehatan dan BPJS pusat. Dari segi luas bangunan, sebagai pertolongan kesehatan tingkat pertama, Puskesmas Jekulo dianggap sudah memadai untuk di jadikan rumah sakit. 

”Untuk menjadi rumah sakit minimal kami harus menyediakan 30 tempat tidur bagi pasien rawat inap. Saat ini ketersediaan di Puskesmas baru 29 tempat tidur,” tuturnya. (Lina Budiyanti / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →